Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Nyamannya Hidup, Ketika Kita Berani Berkata 'Tidak'

Nyamannya Hidup, Ketika Kita Berani Berkata 'Tidak'

15 Maret 2018 | Dibaca : 966x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Membuat orang lain senang tak selamanya membuat diri kita menjadi senang dan nyaman juga. Hal ini karena ketika kita takut untuk berkata 'tidak'. ini dapat menimbulkan rasa cemas dalam diri kita. Bahkan, membuat kita berbohong demi kebaikan kita.

Pengalaman ini tak hanya dirasakan oleh kita saja. Penulis asal Inggris, Charlotte Grainger pun merasakannya juga. Dikutip dari laman Reader Digest, Grainger pernah merasa takut untuk menolak tawaran yang diberikan padanya.

Hal ini karena penulis lepas di bidang kesehatan dan hubungan tersebut hanya ingin merasa diterima, dihargai, dan dicintai.

"Satu-satunya cara untuk mendapatkan semua itu adalah dengan memenuhi kebutuhan orang lain sebelum saya sendiri," tulis Grainger.

Namun, Grainger mulai berani untuk mengatakan 'tidak' pada pekerjaan tersebut. Dia memulai untuk berdiri sendiri, dan ternyata keputusan tersebut membawanya pada perubahan dalam hidupnya. Inilah tiga perubahan yang ia rasakan ketika mencoba untuk mengubah pola pikirnya untuk lebih berani mengatakan 'tidak'.

Berhenti mengarang alasan

Perubahan hidup ini berkaca pada pengalaman Grainger enam bulan yang lalu. Saat itu, dia diminta untuk menjadi sukarelawan dalam melayani tamu pada acara sosial yang panjang dan membosankan. Meski mengetahui acara tersebut membosankan, dia tetap mengambil pekerjaan tersebut.

Akibatnya, Grainger merasa cemas dan mengatakan pada panitia penyelenggara dirinya mengalami flu yang buruk. Keputusannya itu membuat dirinya merasa tidak nyaman.

Oleh sebab itu, Grainger menyarankan untuk berani menolak sesuatu yang membuat Anda tidak nyaman. Anda dapat mengatakannya dengan jujur tetapi sopan. Menurutnya, Hal ini akan sedikit lebih sopan dan menyenangkan daripada berbohong seperti pengalamannya tersebut.

Tidak ada yang merasa keberatan

Mengatakan 'tidak' awalnya memang terasa sulit. Namun demikian, jika hal ini terus dilakukan, Anda akan sulit untuk mengatur jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya. Inilah yang membuat Anda kerap menjadi pusing memikirkan hal tersebut sendirian.

Grainger menceritakan pengalamannya ketika dia diajak untuk pergi minum kopi oleh teman baiknya. Padahal, di saat yang sama, dia akan melakukan latihan fisik. Karena itu, Grainger meminta maaf pada teman baiknya tersebut.

Mendengar hal tersebut, teman baiknya pun terkata, "Tidak apa-apa. Mungkin lain kali." Hal tersebut membuat Grainger ingin menangis.

Memiliki banyak waktu sendiri

Berani berkata 'tidak' pada ajakan orang lain membuat Grainger mendapatkan banyak waktu untuk melakukan aktivitas yang ingin dilakukannya. Dengan begitu, dia bisa mempelajari bahasa Spanyol, menulis lebih banyak fiksi, dan melakukan perjalanan. Grainger mengakui berani berkata 'tidak' membuat dirinya menjadi lebih bebas.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Bunuh Sel Kanker, Dengan Rutin Konsumsi 5 Makanan Ini
20 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Hingga saat ini, sepertinya kanker masih menjadi penyakit yang mematikan bahkan ditakuti. Namun, jika kamu mengalami kanker, lantas dunia akan ...
Perppu Pembubaran Ormas diterbitkan, Wiranto: Masyarakat Tetap Tenang
13 Juli 2017, by Zeal
tampang.com - Presiden Joko Widodo sudah meneken Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Pembubaran Organisasi Masyarakat. Hal ini ...
Penglihatan Komputer dan Tes Motor Memprediksi Siapa yang Bisa Memukul Bola Bisbol
9 Januari 2018, by Slesta
Penelitian terbaru dari Duke University Medical Center menunjukkan bahwa pengintai bisbol dapat digantikan oleh komputer di masa depan yang tidak terlalu ...
Masyarakat Korea Tetap Setia pada Ramyeon, Meski Penelitian Tidak Merestui
3 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tahukan kalian dengan yang namanya Ramyeon? Yap, pada setiap Drama, Film hingga Reality Show asal Korea Selatan senantiasa disisipi dengan adegan ...
 Perjalanan Andres Iniesta Bersama Tim Nasional Spanyol Sepertinya Akan Berakhir Pada Tahun 2018
14 Oktober 2017, by Rachmiamy
Andres Iniesta merupakan salah satu pemain yang sangat setia pada klubnya. Hampir sepanjang karier sepakbola Iniesta dihabiskan bersama Barcelona. Iniesta ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab