Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
mesjid merah

Misteri di Balik Pembangunan Masjid Bata Merah Cirebon

5 Juni 2017 | Dibaca : 3844x | Penulis : Retno Indriyani

Tampang.com - Cirebon dikenal dengan kota wali, oleh karena itu tidak aneh jika di Cirebon memiliki sejumlah masjid bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Masjid bersejarah di Cirebon semuanya merupakan jejak dakwah Sunan Gunung Jati. Beberapa masjid terkenal di Cirebon antara lain Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang terletak di area keraton kasepuhan, Masjid Kanoman di area keraton kanoman, Masjid Merah Panjunan dan Masjid Pejlagrahan.

Semakin berkembangnya zaman semakin banyak pula masjid yang di bangun untuk memenuhi fasilitas ibadah umat muslim di Kota Cirebon. Salah satunya yaitu Masjid Nurbuat (Cahaya Kenabian). Masjid ini memiliki ciri khas yang unik pada bangunannya yang memadukan dua gaya antara Demak dan China. Masjid Nurbuat ini dibangun oleh Ustadz Rohim di tahun 2000.

Menurut keterangan pengurus DKM Masjid, awalnya masjid ini adalah mushala biasa yang semakin lama semakin berkembang menjadi masjid yang unik dan banyak dikunjungi wisatawan. Di tahun 2010, mushala direnovasi dan diperbesar menjadi masjid. Masjid yang terletak di Kedung Menjangan, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon ini terkenal dengan sebutan Masjid Bata Merah karena tampilannya yang didominasi oleh warna merah yang terbuat bata.

Asal mula pembangunan masjid ini sangatlah menarik karena sang pendiri masjid mengalami bisikan gaib dari Syekh Abdurrahman Rauf As-Sinqli yang notabene merupakan ulama sufi dari Aceh. Sang pendiri mendapatkan bisikan gaib lewat mimpi yang berulang-ulang. Bisikan gaib itu memberitahu ide dan gambaran arsitektur masjid. Tak hanya itu, pesan gaib pun memberitahukan waktu pembangunan masjid yang akan berlangsung selama 100 malam. Ya memang benar masjid bata merah ini selesai dalam 100 malam dan pembangunannya pun dilakukan waktu tengah malam.

Masjid ini juga memiliki susunan atap menara yang berjumlah sembilan di sisi luar kanan dekat pintu masuk yang menjelaskan tentang Wali Songo (Sembilan Wali). Di bawah menara juga terdapat sumur wasiat yang konon tidak pernah kering sekalipun di musim kemarau. Dibagian dalam masjid terdapat 17 tiang yang merupakan simbol dari jumlah rakaat dalam shalat wajib dan di bagian luar masjid memiliki 33 tiang yang berwarna merah yang merupakan jumlah wirid tasbih, takbir dan hamdalah seusai shalat.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Luar Biasa.. Transaksi Jual Beli Jabatan ASN sampai 160 Triliun
17 November 2017, by Admin
Tampang.com  – Praktik jual beli pegawai dan aparatur sipil negara (ASN) bakal lebih mudah terendus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Itu ...
Lulus Kuliah Langsung Kerja Nggak Nganggur Dulu ini Caranya.
12 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Hemm, inginnya setiap mahasiswa yang sudah semester akhir selalu berharap langsung mendapatkan pekerjaan yang sesuai jadi tidak ada jeda waktu ...
Belajar Jalani Hidup dari Gelombang Laut...
1 Januari 2018, by Dika Mustika
Beberapa waktu yang lalu, aku berlibur ke sebuah pantai. Sungguh betapa indah, presisi, proporsional, dan rapi alam ciptaanNya. Rasanya aku kesulitan menemukan ...
keluarga Anang Berdandan Ala Prajurit di Acara Ulang Tahun Arsya yang ke-1
30 Oktober 2017, by Rachmiamy
Tanggal 28 Oktober kemarin merupakan hari yang sangat spesial bagi pasangan artis Anang Hermansyah dan Ashanty. Pasalnya tanggal 28 Oktober merupakan hari ...
Suka Main DOTA? Berikut 4 Game Mirip Dota Yang Bisa Dimainkan Di Smartphone Kamu!
14 Agustus 2017, by Zeal
Suka main game Dota 2? Game yang satu ini memang menyita banyak perhatian. Selain game ini dapat membuat ketagihan saat memainkannya, terdapat juga ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview