Tutup Iklan
powerman
  
login Register
mesjid merah

Misteri di Balik Pembangunan Masjid Bata Merah Cirebon

5 Juni 2017 | Dibaca : 2217x | Penulis : Retno Indriyani

Tampang.com - Cirebon dikenal dengan kota wali, oleh karena itu tidak aneh jika di Cirebon memiliki sejumlah masjid bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Masjid bersejarah di Cirebon semuanya merupakan jejak dakwah Sunan Gunung Jati. Beberapa masjid terkenal di Cirebon antara lain Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang terletak di area keraton kasepuhan, Masjid Kanoman di area keraton kanoman, Masjid Merah Panjunan dan Masjid Pejlagrahan.

Semakin berkembangnya zaman semakin banyak pula masjid yang di bangun untuk memenuhi fasilitas ibadah umat muslim di Kota Cirebon. Salah satunya yaitu Masjid Nurbuat (Cahaya Kenabian). Masjid ini memiliki ciri khas yang unik pada bangunannya yang memadukan dua gaya antara Demak dan China. Masjid Nurbuat ini dibangun oleh Ustadz Rohim di tahun 2000.

Menurut keterangan pengurus DKM Masjid, awalnya masjid ini adalah mushala biasa yang semakin lama semakin berkembang menjadi masjid yang unik dan banyak dikunjungi wisatawan. Di tahun 2010, mushala direnovasi dan diperbesar menjadi masjid. Masjid yang terletak di Kedung Menjangan, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon ini terkenal dengan sebutan Masjid Bata Merah karena tampilannya yang didominasi oleh warna merah yang terbuat bata.

Asal mula pembangunan masjid ini sangatlah menarik karena sang pendiri masjid mengalami bisikan gaib dari Syekh Abdurrahman Rauf As-Sinqli yang notabene merupakan ulama sufi dari Aceh. Sang pendiri mendapatkan bisikan gaib lewat mimpi yang berulang-ulang. Bisikan gaib itu memberitahu ide dan gambaran arsitektur masjid. Tak hanya itu, pesan gaib pun memberitahukan waktu pembangunan masjid yang akan berlangsung selama 100 malam. Ya memang benar masjid bata merah ini selesai dalam 100 malam dan pembangunannya pun dilakukan waktu tengah malam.

Masjid ini juga memiliki susunan atap menara yang berjumlah sembilan di sisi luar kanan dekat pintu masuk yang menjelaskan tentang Wali Songo (Sembilan Wali). Di bawah menara juga terdapat sumur wasiat yang konon tidak pernah kering sekalipun di musim kemarau. Dibagian dalam masjid terdapat 17 tiang yang merupakan simbol dari jumlah rakaat dalam shalat wajib dan di bagian luar masjid memiliki 33 tiang yang berwarna merah yang merupakan jumlah wirid tasbih, takbir dan hamdalah seusai shalat.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Bunda, 7 Hal Tidak Boleh Dikatakan dan Bagaimana Seharusnya Dikatakan pada Anak
24 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Ungkapan yang diucapkan secara tidak sengaja dapat mengubah pandangan dunia anak atau membuat mereka mengembangkan moral yang buruk. Inilah ungkapan yang ...
Tips Diet Sehat Tanpa Konsumsi Nasi putih, Ini Makanan Penggantinya..
13 Juli 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Mendapatkan berat badan ideal memang memerlukan usaha keras agar berhasil dilakukan. Biasanya banyak orang yang melakukan diet dengan diimbangin ...
Pasangan Rindu Menang? Inilah 4 Alasannya
29 Juni 2018, by Slesta
Tampang.com – Jawa Barat telah memiliki pemimpin baru. Berdasarkan hasil hitung cepat berbagai lembaga survei yang ikut terlibut dalam Pilkada Serentak ...
Gulung Tikar, Perusahaan Taksi di Jakarta Sisa 4
9 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta mengungkapkan, kini hanya ada 4 perusahaan taksi yang bertahan dari sebelumnya ada 32 perusahaan taksi yang ada ...
Hanya Dengan Olahraga 1 Jam Per Minggu Anda Dapat Mencegah Depresi
5 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Sebuah studi baru yang meneliti data dari hampir 34.000 orang telah menemukan bahwa hanya dengan 1 jam olahraga setiap minggunya, terlepas dari intensitasnya, ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman