Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
mesjid merah

Misteri di Balik Pembangunan Masjid Bata Merah Cirebon

5 Juni 2017 | Dibaca : 2484x | Penulis : Retno Indriyani

Tampang.com - Cirebon dikenal dengan kota wali, oleh karena itu tidak aneh jika di Cirebon memiliki sejumlah masjid bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Masjid bersejarah di Cirebon semuanya merupakan jejak dakwah Sunan Gunung Jati. Beberapa masjid terkenal di Cirebon antara lain Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang terletak di area keraton kasepuhan, Masjid Kanoman di area keraton kanoman, Masjid Merah Panjunan dan Masjid Pejlagrahan.

Semakin berkembangnya zaman semakin banyak pula masjid yang di bangun untuk memenuhi fasilitas ibadah umat muslim di Kota Cirebon. Salah satunya yaitu Masjid Nurbuat (Cahaya Kenabian). Masjid ini memiliki ciri khas yang unik pada bangunannya yang memadukan dua gaya antara Demak dan China. Masjid Nurbuat ini dibangun oleh Ustadz Rohim di tahun 2000.

Menurut keterangan pengurus DKM Masjid, awalnya masjid ini adalah mushala biasa yang semakin lama semakin berkembang menjadi masjid yang unik dan banyak dikunjungi wisatawan. Di tahun 2010, mushala direnovasi dan diperbesar menjadi masjid. Masjid yang terletak di Kedung Menjangan, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon ini terkenal dengan sebutan Masjid Bata Merah karena tampilannya yang didominasi oleh warna merah yang terbuat bata.

Asal mula pembangunan masjid ini sangatlah menarik karena sang pendiri masjid mengalami bisikan gaib dari Syekh Abdurrahman Rauf As-Sinqli yang notabene merupakan ulama sufi dari Aceh. Sang pendiri mendapatkan bisikan gaib lewat mimpi yang berulang-ulang. Bisikan gaib itu memberitahu ide dan gambaran arsitektur masjid. Tak hanya itu, pesan gaib pun memberitahukan waktu pembangunan masjid yang akan berlangsung selama 100 malam. Ya memang benar masjid bata merah ini selesai dalam 100 malam dan pembangunannya pun dilakukan waktu tengah malam.

Masjid ini juga memiliki susunan atap menara yang berjumlah sembilan di sisi luar kanan dekat pintu masuk yang menjelaskan tentang Wali Songo (Sembilan Wali). Di bawah menara juga terdapat sumur wasiat yang konon tidak pernah kering sekalipun di musim kemarau. Dibagian dalam masjid terdapat 17 tiang yang merupakan simbol dari jumlah rakaat dalam shalat wajib dan di bagian luar masjid memiliki 33 tiang yang berwarna merah yang merupakan jumlah wirid tasbih, takbir dan hamdalah seusai shalat.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Segera BackUp Data, Google Drive pada Desktop Akan Dinonaktifkan
8 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Perusahaan teknologi raksasa dunia, Google mengumumkan bahwa mereka akan menutup aplikasi Google Drive yang tersedia untuk desktop. Karena hal ...
Cara Merawat Kuku Kaki Dengan Tepat
16 Mei 2018, by oteli w
Cara Merawat Kuku Kaki Dengan Tepat   Kebanyakan orang lebih fokus pada kuku tangan dibandingkan kuku kaki. Padahal kuku kaki lebih rentan mengalami ...
Mengapa Guru disebut Pahlawan Tanpa Tanda Jasa???
12 Maret 2018, by oteli w
Mengapa Guru disebut Pahlawan Tanpa Tanda Jasa??? Sebutan "Guru" sudah sangat akrab di telinga setiap orang. Istilah “Guru sebagai pahlawan ...
Manfaat Buah Semangka Bisa untuk Atasi Mual Ibu Hamil dan Kurangi Bengkak
23 April 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Semangka merupakan buah yang memiliki kandungan air cukup banyak. Mengonsumsi buah dan sayur sangat baik untuk mencukupi nutrisi anak sejak dalam ...
 Siapa Sangka, 5 Kecemasan Soal Menstruasi Ini yang Ternyata sangat Normal
13 Desember 2017, by Slesta
Tampang.com – Banyak wanita yang cemas jika terjadi ketidakteraturan dalam siklus menstruasi. Namun jangan khawatir karena siklus menstruasi yang tidak ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab