Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Luar Biasa.. Transaksi Jual Beli Jabatan ASN sampai 160 Triliun

Luar Biasa.. Transaksi Jual Beli Jabatan ASN sampai 160 Triliun

17 November 2017 | Dibaca : 358x | Penulis : Admin

Tampang.com  – Praktik jual beli pegawai dan aparatur sipil negara (ASN) bakal lebih mudah terendus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Itu seiring kerjasama tukar menukar informasi antara lembaga superbodi tersebut dengan Komisi ASN (KASN), yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU), kemarin (16/11). 

 Informasi yang menjadi prioritas adalah terkait indikasi permainan kotor dalam proses rotasi dan mutasi jabatan yang masih marak dilakukan kepala daerah atau petinggi kementerian serta lembaga.

”Kami akan berikan informasi mengenai kepala daerah mana yang ditengarai melakukan praktik itu (jual beli jabatan, Red),” ujar Ketua KASN Sofian Effendi di gedung KPK. 

Sofian menjelaskan, nota kesepahaman tersebut berawal dari masih maraknya transaksi di sistem pengangkatan pegawai dan jabatan. Hasil kajian KASN, nilai transaksi itu mencapai Rp 150 triliun hingga Rp 160 triliun per tahun.

”Ini mencengangkan jumlahnya (transaksi jual beli jabatan, Red),” ungkapnya. Transaksi itu bukan hanya diduga terjadi di daerah, tapi juga di lingkungan pemerintah pusat. 

Dia berharap informasi yang disampaikan ke KPK bakal ditindaklanjuti secara serius. Misal, dengan melakukan penyidikan atau setidaknya monitoring ke daerah dan lembaga yang terindikasi melegalkan praktik tersebut. Dengan demikian, cita-cita membangun ASN kelas dunia bisa segera tercapai. ”Karena tidak mungkin kita bisa membangun aparatur yang bersih kalau dalam pengangkatan (ASN) masih ada praktik semacam ini,” tuturnya. 

Ketua KPK Agus Rahardjo menambahkan, selain tukar menukar informasi, kerjasama yang dilakukan adalah penyelenggaraan pelatihan dan pencegahan. Khusus pencegahan, kedua komisi itu bakal mengkaji kebijakan (policy) dan manajemen ASN yang ada saat ini. Kajian itu nanti akan diusulkan ke pemerintah agar bisa segera dintindaklanjuti. ”Mudah-mudahan dalam waktu dekat kerjasama di-follow up dengan kerja-kerja teknis,” terang dia. 

Sebagaimana diketahui, beberapa praktik jual beli jabatan pernah dibongkar KPK. Antara lain di Klaten dan Nganjuk. Di dua daerah itu komisi antirasuah berhasil menyeret bupati sebagai tersangka. Modus yang dilakukan kepala daerah tersebut adalah meminta sejumlah uang kepada ASN atau pejabat yang ingin dipindah ke posisi jabatan tertentu. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Wah, Promo Ini Hanya Ada di Hotel Kemayoran
11 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Momen hari kemerdekaan biasanya disuguhkan dengan berbagai macam promo untuk berbagai produk yang salah satunya hotel. Pada HUT RI tahun ...
Hasil Riset: Terdapat Empat Tipe Pengguna Facebook
7 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Baru-baru ini, salah satu universitas asal Amerika Serikat, yakni Universitas Brigham Young melakukan riset untuk mengidentifikasi tipe pengguna ...
toyota motor
12 Juli 2017, by Fernandusman
TOKYO - Produsen mobil Jepang berebut untuk mengembangkan sistem bantuan pendorong berdasarkan kecerdasan buatan karena mobil yang terhubung mulai mengantar ...
Ini Dia Rahasia Orang Jepang Bisa Awet Muda dan Bertubuh Langsing
24 September 2017, by Retno Indriyani
Sebagian besar masyarakat Jepang memiliki kelebihan awet muda dan berat badan yang ideal. Jarang sekali baik wanita maupun pria di Jepang yang mengalami ...
Sembilan Pemain Basket Asal Tim Siliwangi Bandung Kena Sanksi Tegas PB. Perbasi
22 November 2017, by Admin
Tampang.com - PB Perbasi (Pengurus Besar Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia) mengeluarkan sanksi mengejutkan. Yakni menghukum sembilan mantan pebasket ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
ObatDiabetes