Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Luar Biasa.. Transaksi Jual Beli Jabatan ASN sampai 160 Triliun

Luar Biasa.. Transaksi Jual Beli Jabatan ASN sampai 160 Triliun

17 November 2017 | Dibaca : 842x | Penulis : Admin

Tampang.com  – Praktik jual beli pegawai dan aparatur sipil negara (ASN) bakal lebih mudah terendus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Itu seiring kerjasama tukar menukar informasi antara lembaga superbodi tersebut dengan Komisi ASN (KASN), yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU), kemarin (16/11). 

 Informasi yang menjadi prioritas adalah terkait indikasi permainan kotor dalam proses rotasi dan mutasi jabatan yang masih marak dilakukan kepala daerah atau petinggi kementerian serta lembaga.

”Kami akan berikan informasi mengenai kepala daerah mana yang ditengarai melakukan praktik itu (jual beli jabatan, Red),” ujar Ketua KASN Sofian Effendi di gedung KPK. 

Sofian menjelaskan, nota kesepahaman tersebut berawal dari masih maraknya transaksi di sistem pengangkatan pegawai dan jabatan. Hasil kajian KASN, nilai transaksi itu mencapai Rp 150 triliun hingga Rp 160 triliun per tahun.

”Ini mencengangkan jumlahnya (transaksi jual beli jabatan, Red),” ungkapnya. Transaksi itu bukan hanya diduga terjadi di daerah, tapi juga di lingkungan pemerintah pusat. 

Dia berharap informasi yang disampaikan ke KPK bakal ditindaklanjuti secara serius. Misal, dengan melakukan penyidikan atau setidaknya monitoring ke daerah dan lembaga yang terindikasi melegalkan praktik tersebut. Dengan demikian, cita-cita membangun ASN kelas dunia bisa segera tercapai. ”Karena tidak mungkin kita bisa membangun aparatur yang bersih kalau dalam pengangkatan (ASN) masih ada praktik semacam ini,” tuturnya. 

Ketua KPK Agus Rahardjo menambahkan, selain tukar menukar informasi, kerjasama yang dilakukan adalah penyelenggaraan pelatihan dan pencegahan. Khusus pencegahan, kedua komisi itu bakal mengkaji kebijakan (policy) dan manajemen ASN yang ada saat ini. Kajian itu nanti akan diusulkan ke pemerintah agar bisa segera dintindaklanjuti. ”Mudah-mudahan dalam waktu dekat kerjasama di-follow up dengan kerja-kerja teknis,” terang dia. 

Sebagaimana diketahui, beberapa praktik jual beli jabatan pernah dibongkar KPK. Antara lain di Klaten dan Nganjuk. Di dua daerah itu komisi antirasuah berhasil menyeret bupati sebagai tersangka. Modus yang dilakukan kepala daerah tersebut adalah meminta sejumlah uang kepada ASN atau pejabat yang ingin dipindah ke posisi jabatan tertentu. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

5 Cara Ini Dapat Kamu Coba Atasi Emosi Berlebih Kamu
28 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Emosi merupakan suatu cara untuk kita mengekspresikan diri terhadap hal yang tidak disenangi. Banyak hal kecil yang mudah sekali menyulut ...
Hal-Hal Ini Seharusnya Tidak Anda Lakukan di Pesawat
4 September 2017, by Rindang Riyanti
Saat dalam penerbangan, apa yang biasanya normal di tanah terlihat sangat berbeda dan mungkin tidak nyaman di udara. Berikut beberapa hal yang harus Anda ...
Menjadi Pencicip Air, Pria Ini Mampu Menghasilkan Rp 500 Juta Setahun
20 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Martin Riese, pria asal Los Angeles, Amerika Serikat ini ternyata memiliki pekerjaan yang tak kalah unik. Dia menjadi pencicip spesialis air ...
Innalillahi, Adik Kandung Anies Baswedan Meninggal Dunia!
27 Mei 2017, by Zeal
Ridwan Rasyid Baswedan yang merupakan adik kandung Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan meninggal dunia pada Sabtu (27/5), dini hari pukul 00.50 di ...
victory
12 Agustus 2017, by Gatot Swandito
Salah besar jika mengatakan terlalu dini untuk memperkirakan tumbangnya Jokowi pada Pilpres 2019. Sebab, gelagat dari kekalahan bakal capres petahana itu sudah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview