Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
login Register
Luar Biasa.. Transaksi Jual Beli Jabatan ASN sampai 160 Triliun

Luar Biasa.. Transaksi Jual Beli Jabatan ASN sampai 160 Triliun

17 November 2017 | Dibaca : 504x | Penulis : Admin

Tampang.com  – Praktik jual beli pegawai dan aparatur sipil negara (ASN) bakal lebih mudah terendus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Itu seiring kerjasama tukar menukar informasi antara lembaga superbodi tersebut dengan Komisi ASN (KASN), yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU), kemarin (16/11). 

 Informasi yang menjadi prioritas adalah terkait indikasi permainan kotor dalam proses rotasi dan mutasi jabatan yang masih marak dilakukan kepala daerah atau petinggi kementerian serta lembaga.

”Kami akan berikan informasi mengenai kepala daerah mana yang ditengarai melakukan praktik itu (jual beli jabatan, Red),” ujar Ketua KASN Sofian Effendi di gedung KPK. 

Sofian menjelaskan, nota kesepahaman tersebut berawal dari masih maraknya transaksi di sistem pengangkatan pegawai dan jabatan. Hasil kajian KASN, nilai transaksi itu mencapai Rp 150 triliun hingga Rp 160 triliun per tahun.

”Ini mencengangkan jumlahnya (transaksi jual beli jabatan, Red),” ungkapnya. Transaksi itu bukan hanya diduga terjadi di daerah, tapi juga di lingkungan pemerintah pusat. 

Dia berharap informasi yang disampaikan ke KPK bakal ditindaklanjuti secara serius. Misal, dengan melakukan penyidikan atau setidaknya monitoring ke daerah dan lembaga yang terindikasi melegalkan praktik tersebut. Dengan demikian, cita-cita membangun ASN kelas dunia bisa segera tercapai. ”Karena tidak mungkin kita bisa membangun aparatur yang bersih kalau dalam pengangkatan (ASN) masih ada praktik semacam ini,” tuturnya. 

Ketua KPK Agus Rahardjo menambahkan, selain tukar menukar informasi, kerjasama yang dilakukan adalah penyelenggaraan pelatihan dan pencegahan. Khusus pencegahan, kedua komisi itu bakal mengkaji kebijakan (policy) dan manajemen ASN yang ada saat ini. Kajian itu nanti akan diusulkan ke pemerintah agar bisa segera dintindaklanjuti. ”Mudah-mudahan dalam waktu dekat kerjasama di-follow up dengan kerja-kerja teknis,” terang dia. 

Sebagaimana diketahui, beberapa praktik jual beli jabatan pernah dibongkar KPK. Antara lain di Klaten dan Nganjuk. Di dua daerah itu komisi antirasuah berhasil menyeret bupati sebagai tersangka. Modus yang dilakukan kepala daerah tersebut adalah meminta sejumlah uang kepada ASN atau pejabat yang ingin dipindah ke posisi jabatan tertentu. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

George H.W. Bush Dirawat di Rumah Sakit dengan Tekanan Darah Rendah
28 Mei 2018, by Slesta
Mantan Presiden George H.W. Bush dirawat di rumah sakit pada hari Minggu setelah mengalami tekanan darah rendah dan kelelahan, kata seorang juru ...
Gara-Gara Rebutan Toilet, Kapal Pesiar Ini Putar Balik
13 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Seorang nahkoda di di kapal pesiar P&O Pacific Explorer memutuskan memutar balik kapalnya kembali ke Sydney. Keputusan ini dilakukan setelah ...
Jorge Lorenzo Sebut Joan Mir Sebagai Pembalap Yang Cerdas
19 November 2017, by Rachmiamy
Pembalap tim Leopard Racing asal Spanyol, Joan Mir sukses menjadi juara dunia Moto3 2017. Pembalap berusia 20 tahun tersebut berhasil meraih 341 poin di MotoGP ...
Investigasi Allan Nairn Soal Kudeta Militer, Benarkah Bersumber dari Kalangan Intelijen?
2 Mei 2017, by Gatot Swandito
Masih tentang investigasi Allan Nairn yang dipublikasikannya dalam Trump's Indonesian Allies in Bed with ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected ...
Kasian, Anjing Di Mumbai Ini Menjadi Biru Lantaran Limbah Industri
14 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Beberapa anjing di Mumbai, India menjadi berwarna biru. Menurut beberapa laporan, hal ini karena limbah dari kawasan industri Taloja dibuang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite