Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Luar Biasa.. Transaksi Jual Beli Jabatan ASN sampai 160 Triliun

Luar Biasa.. Transaksi Jual Beli Jabatan ASN sampai 160 Triliun

17 November 2017 | Dibaca : 467x | Penulis : Admin

Tampang.com  – Praktik jual beli pegawai dan aparatur sipil negara (ASN) bakal lebih mudah terendus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Itu seiring kerjasama tukar menukar informasi antara lembaga superbodi tersebut dengan Komisi ASN (KASN), yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU), kemarin (16/11). 

 Informasi yang menjadi prioritas adalah terkait indikasi permainan kotor dalam proses rotasi dan mutasi jabatan yang masih marak dilakukan kepala daerah atau petinggi kementerian serta lembaga.

”Kami akan berikan informasi mengenai kepala daerah mana yang ditengarai melakukan praktik itu (jual beli jabatan, Red),” ujar Ketua KASN Sofian Effendi di gedung KPK. 

Sofian menjelaskan, nota kesepahaman tersebut berawal dari masih maraknya transaksi di sistem pengangkatan pegawai dan jabatan. Hasil kajian KASN, nilai transaksi itu mencapai Rp 150 triliun hingga Rp 160 triliun per tahun.

”Ini mencengangkan jumlahnya (transaksi jual beli jabatan, Red),” ungkapnya. Transaksi itu bukan hanya diduga terjadi di daerah, tapi juga di lingkungan pemerintah pusat. 

Dia berharap informasi yang disampaikan ke KPK bakal ditindaklanjuti secara serius. Misal, dengan melakukan penyidikan atau setidaknya monitoring ke daerah dan lembaga yang terindikasi melegalkan praktik tersebut. Dengan demikian, cita-cita membangun ASN kelas dunia bisa segera tercapai. ”Karena tidak mungkin kita bisa membangun aparatur yang bersih kalau dalam pengangkatan (ASN) masih ada praktik semacam ini,” tuturnya. 

Ketua KPK Agus Rahardjo menambahkan, selain tukar menukar informasi, kerjasama yang dilakukan adalah penyelenggaraan pelatihan dan pencegahan. Khusus pencegahan, kedua komisi itu bakal mengkaji kebijakan (policy) dan manajemen ASN yang ada saat ini. Kajian itu nanti akan diusulkan ke pemerintah agar bisa segera dintindaklanjuti. ”Mudah-mudahan dalam waktu dekat kerjasama di-follow up dengan kerja-kerja teknis,” terang dia. 

Sebagaimana diketahui, beberapa praktik jual beli jabatan pernah dibongkar KPK. Antara lain di Klaten dan Nganjuk. Di dua daerah itu komisi antirasuah berhasil menyeret bupati sebagai tersangka. Modus yang dilakukan kepala daerah tersebut adalah meminta sejumlah uang kepada ASN atau pejabat yang ingin dipindah ke posisi jabatan tertentu. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Army Corps Berangkat dari Puerto Riko Saat Musim Angin Topan Dimulai
19 Mei 2018, by Slesta
The Army Corps of Engineers pada hari Jumat mengakhiri pekerjaannya membangun kembali infrastruktur listrik Puerto Rico dua minggu sebelum dimulainya musim ...
Inilah 5 Alasan Overthinking Tidak Baik untuk Hubungan
3 April 2018, by Slesta
Tampang.com – Sebuah pasangan yang langgeng tentu berasal dari sebuah komitmen yang dipegang oelh setiap masing – masing dari dua orang yang saling ...
Waspada!! Inilah 5 Gejala Kanker Usus
5 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com -  Kanker merupakan salah satu jenis penyakit berbahaya yang susah disembuhkan. Perlu penanganan yang rutin untuk mengobati kanker. Kanker ...
sejarah jakarta
25 Mei 2017, by Tonton Taufik
Oleh: Muhammad Sirod Koordinator Forum Alumni Peduli NKRI  Berbeda dengan penjajah Katolik Portugis pimpinan Alburgerque yg berhasil diusir oleh ...
Pahami Konsep dan Kisi – Kisi dalam Ujian Soal Matematika
30 Januari 2018, by Rahmat Zaenudin
  Soal ujian matematika diidentikkan dengan mata pelajaran yang sulit. Namun sebenarnya soal matematika tidak sulit jila siswa sudh paham dengan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview