Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Korea Utara Menyebut Menteri Luar Negeri Seoul Merendahkan Istilah Untuk Wanita

Korea Utara Menyebut Menteri Luar Negeri Seoul Merendahkan Istilah Untuk Wanita

8 Agustus 2017 | Dibaca : 471x | Penulis : Slesta

Tampang.com - Dewan konsultatif Korea Utara untuk rekonsiliasi nasional memperingatkan Korea Selatan untuk tidak menyetujui penerapan sanksi ekonomi di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Amerika Serikat bertanggung jawab untuk mempengaruhi keputusan di Dewan Keamanan untuk mengadopsi Resolusi 2371, kata dewan Korea Utara, Senin.

Dewan tersebut juga menggunakan istilah penghinaan bagi wanita untuk berbicara dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-hwa, menteri luar negeri wanita Seoul yang pertama, dan menuduh diplomat veteran "mengejek" Pyongyang dengan bibirnya.

Kerja sama Seoul yang terus berlanjut dengan Washington bisa berarti hilangnya kesempatan untuk negosiasi langsung, tambah kelompok tersebut.

"Otoritas boneka yang telah mengoceh kata-kata tanpa berpikir akan membayar dengan hukuman yang paling menghancurkan dan keras," kata dewan tersebut, menurut kantor berita KCNA yang dikuasai pemerintah Pyongyang.

"Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2371 dibuat dengan permintaan A.S. yang kuat, dan melanggar hak penentuan nasib sendiri, hak atas eksistensi. Ini adalah kekejaman yang tidak dapat ditolerir."

Kelompok tersebut juga membela pengembangan senjata nuklir Kim Jong Un, dengan menyebut kebijakan tersebut sebagai keputusan "adil dan adil".

"Kami menjelaskan peluncuran roket balistik antar benua baru-baru ini dimaksudkan untuk mengirim peringatan ke Amerika Serikat," kata dewan tersebut. "Kami juga memberi kesempatan kepada pemerintah Korea Selatan untuk menyadari bahwa mengikuti jejak rezim konservatif akan berarti akan kehilangan segalanya."

Korea Utara sebelumnya menggunakan ejekan misoginis untuk menggambarkan mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye, pemimpin wanita pertama negara tersebut.

Dewan konsultatif Pyongyang dibentuk untuk secara tegas menangani Korea Selatan, menurut kantor berita Korea Selatan Newsis.

UPI.com

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 Tak Melulu Tampil Seksi, Jamie Chua Berhijab di Abu Dhabi
14 November 2017, by Rindang Riyanti
Sosialita cantik asal Singapura yang sedang populer di Instagram, Jamie Chua, mengenakan hijab saat pergi ke Abu Dhabi. Wanita 44 tahun yang biasa tampil ...
Sedikitnya 16 Orang Tewas Dalam Kecelakaan Sebuah Pesawat Militer di Mississipi
13 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Sebuah pesawat militer AS yang digunakan untuk pengisian bahan bakar jatuh di sebuah ladang kedelai di pedesaan Mississippi, menewaskan sedikitnya 16 orang di ...
Mercedes-Benz Tunjukkan Teknologi Swakemudi dengan Video 60 Detik
4 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - S-Class facelift (W222) merupakan produk terbaru dari Mercedes-Benz. Mobil ini mulai diproduksi di Sindelfingen, Jerman. Pada momen ini, ...
PVJ Bandung
23 Mei 2017, by Tonton Taufik
Bandung adalah salah satu kota terramai di Indonesia, memiliki populasi 4-5 juta penduduk. Tempat hiburan juga banyak, salahsatunya mall. Mall yang terkenal di ...
Menjelajahi London dengan Kereta Bawah Tanah Tertua, Mail Rail
1 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kereta bawah tanah tertua London, Mail Rail akan dibuka kembali pada September mendatang. Mail Rail yang merupakan kereta bawah tanah tertua ini ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview