Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Korea Utara Menyebut Menteri Luar Negeri Seoul Merendahkan Istilah Untuk Wanita

Korea Utara Menyebut Menteri Luar Negeri Seoul Merendahkan Istilah Untuk Wanita

8 Agustus 2017 | Dibaca : 504x | Penulis : Slesta

Tampang.com - Dewan konsultatif Korea Utara untuk rekonsiliasi nasional memperingatkan Korea Selatan untuk tidak menyetujui penerapan sanksi ekonomi di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Amerika Serikat bertanggung jawab untuk mempengaruhi keputusan di Dewan Keamanan untuk mengadopsi Resolusi 2371, kata dewan Korea Utara, Senin.

Dewan tersebut juga menggunakan istilah penghinaan bagi wanita untuk berbicara dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-hwa, menteri luar negeri wanita Seoul yang pertama, dan menuduh diplomat veteran "mengejek" Pyongyang dengan bibirnya.

Kerja sama Seoul yang terus berlanjut dengan Washington bisa berarti hilangnya kesempatan untuk negosiasi langsung, tambah kelompok tersebut.

"Otoritas boneka yang telah mengoceh kata-kata tanpa berpikir akan membayar dengan hukuman yang paling menghancurkan dan keras," kata dewan tersebut, menurut kantor berita KCNA yang dikuasai pemerintah Pyongyang.

"Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2371 dibuat dengan permintaan A.S. yang kuat, dan melanggar hak penentuan nasib sendiri, hak atas eksistensi. Ini adalah kekejaman yang tidak dapat ditolerir."

Kelompok tersebut juga membela pengembangan senjata nuklir Kim Jong Un, dengan menyebut kebijakan tersebut sebagai keputusan "adil dan adil".

"Kami menjelaskan peluncuran roket balistik antar benua baru-baru ini dimaksudkan untuk mengirim peringatan ke Amerika Serikat," kata dewan tersebut. "Kami juga memberi kesempatan kepada pemerintah Korea Selatan untuk menyadari bahwa mengikuti jejak rezim konservatif akan berarti akan kehilangan segalanya."

Korea Utara sebelumnya menggunakan ejekan misoginis untuk menggambarkan mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye, pemimpin wanita pertama negara tersebut.

Dewan konsultatif Pyongyang dibentuk untuk secara tegas menangani Korea Selatan, menurut kantor berita Korea Selatan Newsis.

UPI.com

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ingin Keramas Jauh Lebih Mudah? Lakukan 6 Langkah Ini
11 Februari 2018, by Slesta
Tampang.com – Anda memiliki rambut yang panjang terurai, tentu sangat berhati – hati saat merawatnya. Jangan sampai Anda salah dalam merawat rambut ...
Sketsa Dua Wajah Terduga Penyerang Novel Baswedan Selesai dibuat Polisi
31 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kasus Novel Baswedan yang disiram dengan air keras belum juga usai hingga saat ini. Saat ini pelaku sedang di buru oleh polisi. Polisi baru ...
Marc Marquez Berpeluang Besar Menjadi Juara Dunia MotoGP 2017 di Empat Seri Tersisa
28 September 2017, by Rachmiamy
Marc Marquez sukses merebut podium tertinggi di seri 14 MotoGP Aragon. Dengan kemenangan tersebut, Marquez berhasil menambah 25 poin dan mengokohkan posisinya ...
Stress atau Depresi Rawan akan Selingkuh
16 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Tekanan hidup ( Depresi/ stress ) yang terjadi belakangan ini di masyarakat sangatlah marak, dari faktor ekonomi yang sangat sering kali terjadi ...
6 Tips Tidur Nyenyak Seperti Bayi
16 September 2017, by Rindang Riyanti
Kita semua tahu bahwa tidur sangat penting bagi kita untuk dapat hidup dengan baik, tapi terkadang tidur kita tidak nyenyak entah karena urusan pekerjaan atau ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab