Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Ketika Menghadapi Anak yang Menangis...

Ketika Menghadapi Anak yang Menangis...

30 November 2017 | Dibaca : 49x | Penulis : Dika Mustika

Hari ini aku mendapatkan pelajaran dari seorang anak. Ia tiba-tiba menangis dan menarik diri dari teman-teman lainnya. Setelah aku ajak mengobrol. Ternyata dia merasa sungguh menyesal telah menendang temannya ketika mereka sedang bermain bola. Dan yang membuatnya lebih menyesal itu adalah, teman yang ditendangnya itu adalah teman baiknya. Dia telah berusaha meminta  maaf pada temannya itu, namun tampaknya temannya itu masih butuh waktu untuk memaafkan. Anak yang menangis ini berkata bahwa ia sudah berusaha untuk menahan emosinya ketika bermain bola, namun ia tidak berhasil. Sungguh tak mudah melihat pemandangan anak yang biasanya sangat aktif dan tangguh, seakan ‘jebol’ benteng pertahanannya. Ia menangis dengan menyembunyikan wajahnya.

 

Awalnya aku sempat bingung, bagaimana menghadapi anak yang sedang menangis dan merasa sangat menyesal karena perilakunya sendiri. Akhirnya aku coba untuk menyelami perasaannya. Coba masuk ke dalam emosinya. Dari situ ia lebih banyak menceritakan kejadian tadi dan juga apa kesulitannya. Aku pun kemudian bertanya, apakah ia butuh support? Dia tampak masih kebingungan dengan pertanyaan ini. Aku coba sederhanakan lagi pertanyaanku. Apakah kamu benar-benar kesulitan mengatasi emosimu? Ia menjawab iya. Aku pun mencoba untuk menjelaskan konsep emosi, bahwa emosi adalah bagian dari energi yang memang harus dikeluarkan. Namun, kita harus ingat ketika mengeluarkan energi tersebut, kita harus memperhatikan orang sekitar kita dan tentunya diri kita sendiri. Kami kemudian berdiskusi mengenai berbagai alternatif yang bisa dilakukan jika ia kesulitan mengendalikan emosi. Akhirnya ada beberapa alternatif pilihan yang tadi didiskusikan. Berjaraklah jika memang kesulitan mengendalikan emosi, cari juga orang dewasa, berwudhulah, dan mintalah perlindungan kepada-Nya dengan beristigfar. Akhirnya itu yang kami diskusikan siang itu. Setelahnya tangis nya pun mereda dan ia mulai lebih dapat berpikir jernih. Ia kemudian berusaha lagi untuk minta maaf pada temannya.

 

Terbayang, ketika kita mungkin tiba-tiba mendapatkan seorang anak menangis, janganlah dulu menasihati atau memberi saran. Tapi coba dahulu masuk ke emosinya, coba selami apa yang ia rasakan, hingga akhirnya nanti bersama-sama bisa menemukan cara yang pas untuknya ketika masalah terjadi lagi padanya.

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Para Pendatang yang ke Bandung, Siap-siap di Sambut Razia Yustisi
2 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Fenomena arus balik lebaran yang kedatangan ribuan pendatang dari desa asal pemudik sudah menjadi tradisi tahunan masyarakat. Para pemudik yang ...
Hari Jadi Pernikahan yang ke-4, Sarwendah Tulis ini di Akun Instagramnya
22 Oktober 2017, by Rachmiamy
Pasangan selebriti Ruben Onsu dan Sarwendah dikenal sebagai pasangan yang romantis dan jauh dari gosip yang tak mengenakkan. Pasangan ini pun selalu terlihat ...
Ini 5 Masalah yang Dapat Timbul Jika Kamu Selalu Sendiri
1 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Manusia memang dikenal sebagai makhluk sosial. Artinya, manusia takkan bisa hidup sendiri. Sebenarnya, tak jadi masalah jika sesekali kita ...
Boyband dan Artis Korea Kembali Tampil Manggung di Indonesia
25 November 2017, by Admin
Tampang.com  – Sukses dengan pergelaran perdana tahun lalu, festival musik Hallyu Saranghaeyo Indonesia (SHI) kembali dihelat. Event yang ...
Waspadalah Mie Instan asal Korea ada yang Mengandung Babi
18 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Pesona artis-artis Korea Selatan yang sedang tenar dan banyak digandrungi kaum muda di Indonesia bisa membuat kaum muda kita mengikuti gaya hidup ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
ObatDiabetes