Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
BNN

Kepala BNN: Pemprov DKI Tidak Serius Memberantas Narkotika!

23 Mei 2017 | Dibaca : 1935x | Penulis : Zeal

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso (Buwas), menilai ada keterlibtan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam penyebaran narkoba di tempat hiburan malam. Pasalnya, Pemprov DKI di bawah Gubernur non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tidak serius untuk menutup tempat hiburan malam yang terbukti menyebarkan narkoba dimana komitmen pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta, dalam memberantas narkotika belum terlihat.

“Kalau pemprov mau main-main, ya silahkan saja, itu bukti ada keterlibatan. Dia ikut mendukung peredaran narkoba di Provinsi DKI Jakarta,” kata Buwas di Gedung BNN, Jakarta Timur, Senin (22/5).

Buwas juga menilai, Ahok tidak mengindahkan perintah Presiden Joko Widodo, untuk memberantas narkoba di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta. Bahkan Buwas juga menilai jika Ahok yang sudah menjadi terpidana penistaan agama, tidak memiliki komitmen untuk menutup tempat hiburan malam, yang juga diduga juga sebagai tempat beredarnya narkoba.

Ia mengingatkan, bahwa antara BNN, dengan pemprov DKI Jakarta yang saat itu diwakili oleh Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta, dan para pengusaha hiburan malam, sempat menggelar pertemuan, dan sama-sama berkomitmen untuk memberantas narkoba.

“Kita tidak bisa main – main, jangan hanya omong-omong. Saya kira sesuai yang disampaikan Pak Ahok waktu itu kita pertemuan di Halim (Perdanakusuma, Jakarta), dihadiri seluruh pengusaha hiburan malam harus berkomitmen, mereka bersedia, nyatanya kan tidak,” ujarnya.

Menurut Buwas, Pemda DKI masih main-main, padahal Presiden Joko Widodo sendiri yang mengatakan Indonesia darurat narkoba

“Dia hanya bicara soal uang hasil dari hiburan, mereka tidak bicara nyawa warganya. Dengan alasan rugi, nanti kalau tutup tidak punya income. Kita harus konsisten dan berkomitmen,” ujar Buwas.

"Saya kira tidak hanya di Jakarta, (tapi) semua daerah. Ada di kalsel, langsung ditutup sama provinsi Kalsel, saya kira DKI ukuran ya, jangan kalah dengan provinsi lain," ujar lebih lanjut.

Buwas berharap dengan adanya sampel tempat hiburan malam, Pemprov DKI serius dalam mengambil tindakan bukan hanya omong saja.

“Kita sudah komit juga, jangan omdo ‘please’ buktikan. Ini kita bicaranya nyawa manusia, mudah-mudahan paham,” kata Buwas.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

4 Alasan Agar Kamu Suka Hari Senin
13 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Dari tujuh hari dalam seminggu, kemungkinan banyak sekali yang tidak menyukai hari Senin. Salah satu alasannya karena hari Senin awal dari ...
Diantara “Dua” Pria Ganteng Ini Mana yang Lebih Pantas Mendampingi Artis Cantik Hye Kyo
8 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Siapa yang tidak kenal artis cantik asal negeri Gingseng Korea Selatan Song Hye Kyo, yang baru-baru ini terdengar berita menggemparkan dengan ...
pelayan sexy
9 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Sebuah video Youtube tentang sebuah warung makan dengan dua orang pelayan yang cantik dan seksi, akhir-akhir ini sedang viral di berbagai media sosial. Video ...
Amankah Hanya Konsumsi Salad Ketika Diet?
7 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika tengah melakukan program diet, tentunya kita mencoba mengurangi asupan makanan pada tubuh. Biasanya, salad menjadi salah satu menu populer ...
Marc Marquez : "Pada Akhirnya Hal Ini Membuat Tim Berkembang"
4 April 2018, by Rachmiamy
Tahun ini merupakan tahun ke 13 pembalap tim Repsol Honda, Dani Pedrosa mengikuti ajang balapan MotoGP. Pada seri perdana MotoGP 2018 yang berlangsung di ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab