Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Kementan Diminta Perhatikan Nasib Petani Terkait Harga Karet Rendah

Kementan Diminta Perhatikan Nasib Petani Terkait Harga Karet Rendah

12 September 2017 | Dibaca : 291x | Penulis : Alfi Wahyu Prasetyo

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Daniel Johan meminta kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan serapan karet  produksi petani.

Daniel menjelaskan, saat ini petani karet tengah kesulitan dengan terus menurunnya harga karet di tingkat petani.

"Petani karet sudah empat tahun tidak dapat perhatian. Harganya Rp 21.000 menjadi Rp 5.000 (per kilogram)," ujar Daniel saat rapat kerja dengan Kementerian Pertanian (Kementan) di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Daniel menegaskan, salah satu upaya yang bisa ditempuh pemerintah adalah dengan memberikan bantuan pascapanen agar karet mentah petani bisa diolah dan dijual dengan harga tinggi.

Selain itu dengan memberikan kepastian akses pasar terhadap produksi karet petani, salah satunya dengan membuat peraturan atau kebijakan penggunaan karet produksi petani untuk aspal jalan raya di wilayah sentra perkebunan karet.

"Aspal di kota sentra (karet) aspalnya diganti pake karet. Turunnya harga ini berperang pada tingkat kemiskinan, dengan ini tangisan petani karet bisa dijawab," tkata Daniel.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Bambang menegaskan, pihaknya telah berupaya agar hasil produksi petani karet bisa meningkat dengan memberikan pendampingan melalui penyuluh pertanian swadaya.

"Kuncinya di karet itu adalah kualitas bahan baku (karet mentah)," ujar Bambang.

Menurut Bambang, rendahnya kualitas karet juga menyebabkan harga ditingkat petani rendah, dengan demikian pihaknya telah mengerahkan penyuluh pertanian swadaya untuk memberikan pendampingan agar kualitas produksi petani meningkat.

Kemudian melakukan peremajaan tanaman perkebunan karet yang sudah tidak produktif, namun, Bambang belum menjelaskan lebih rinci terkait berapa hektar peremajaan tanaman karet maupun lokasinya untuk tahun 2017.

"Selama ini yang karetnya kotor-kotor itu dibeli perusahaan, dan perusahaan harus melakukan pengolahan lagi sehingga ada beban biaya. Dan ini petani kami dorong melakukan yang lebih baik dan tentunya lebih bersih," tutur Bambang.

Berdasarkan data Riset Perkebunan Nusantara, produksi karet di Indonesia saat ini tercatat sebesar 3,2 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, yang bisa diserap di dalam negeri hanya 18 persen dan sisanya untuk keperluan ekspor.

Tercatat, pada 2011, harga rata-rata karet mencapai 5,58 dollar AS per kilogram (kg). Sedangkan saat ini rata-rata hanya 1,2 dollar AS per kg.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

9 PSK di Bandung di Ciduk Satpol PP saat Razia Jelang Ramadhan
19 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Jelang Ramdhan, Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) kota Bandung menggelar operasi pekat di beberapa titik pusat hiburan dan hotel yang ...
Trump Menolak Merilis Memo Demokrat
10 Februari 2018, by Slesta
Presiden Donald Trump tidak akan merilis sebuah memorandum yang ditulis oleh Demokrat dalam penyelidikan dugaan pencalonan tentara Rusia, sebuah surat dari ...
Adakah yang Nolak Miliki Bodyguard Cantik? Inilah Faktanya
14 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Apa yang Anda fikirkan ketika mendengar kata Bodyguard? Maskulin , jagoan, tangguh dan biasanya pria. Tidak ada yang salah dengan ciri ...
Beredar di Sosmed Pengemis Meminta Paksa Polisipun mengamankannya
6 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Sekumpulan pengemis yang berjumlah 9 orang dan memang sudah terorganisir telah diamankan polisi setelah beredarnya video. Dalam video yang di ...
Objek Wisata Keren di Pulau Rote
9 Januari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Pulau Rote terletak di bagian paling selatan Indonesia, tepatnya masuk Nusa Tenggara Timur. Pulau ini akan lebih mudah dijangkau dari Kota Kupang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih