Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Kementan Diminta Perhatikan Nasib Petani Terkait Harga Karet Rendah

Kementan Diminta Perhatikan Nasib Petani Terkait Harga Karet Rendah

12 September 2017 | Dibaca : 484x | Penulis : Alfi Wahyu Prasetyo

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Daniel Johan meminta kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan serapan karet  produksi petani.

Daniel menjelaskan, saat ini petani karet tengah kesulitan dengan terus menurunnya harga karet di tingkat petani.

"Petani karet sudah empat tahun tidak dapat perhatian. Harganya Rp 21.000 menjadi Rp 5.000 (per kilogram)," ujar Daniel saat rapat kerja dengan Kementerian Pertanian (Kementan) di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Daniel menegaskan, salah satu upaya yang bisa ditempuh pemerintah adalah dengan memberikan bantuan pascapanen agar karet mentah petani bisa diolah dan dijual dengan harga tinggi.

Selain itu dengan memberikan kepastian akses pasar terhadap produksi karet petani, salah satunya dengan membuat peraturan atau kebijakan penggunaan karet produksi petani untuk aspal jalan raya di wilayah sentra perkebunan karet.

"Aspal di kota sentra (karet) aspalnya diganti pake karet. Turunnya harga ini berperang pada tingkat kemiskinan, dengan ini tangisan petani karet bisa dijawab," tkata Daniel.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Bambang menegaskan, pihaknya telah berupaya agar hasil produksi petani karet bisa meningkat dengan memberikan pendampingan melalui penyuluh pertanian swadaya.

"Kuncinya di karet itu adalah kualitas bahan baku (karet mentah)," ujar Bambang.

Menurut Bambang, rendahnya kualitas karet juga menyebabkan harga ditingkat petani rendah, dengan demikian pihaknya telah mengerahkan penyuluh pertanian swadaya untuk memberikan pendampingan agar kualitas produksi petani meningkat.

Kemudian melakukan peremajaan tanaman perkebunan karet yang sudah tidak produktif, namun, Bambang belum menjelaskan lebih rinci terkait berapa hektar peremajaan tanaman karet maupun lokasinya untuk tahun 2017.

"Selama ini yang karetnya kotor-kotor itu dibeli perusahaan, dan perusahaan harus melakukan pengolahan lagi sehingga ada beban biaya. Dan ini petani kami dorong melakukan yang lebih baik dan tentunya lebih bersih," tutur Bambang.

Berdasarkan data Riset Perkebunan Nusantara, produksi karet di Indonesia saat ini tercatat sebesar 3,2 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, yang bisa diserap di dalam negeri hanya 18 persen dan sisanya untuk keperluan ekspor.

Tercatat, pada 2011, harga rata-rata karet mencapai 5,58 dollar AS per kilogram (kg). Sedangkan saat ini rata-rata hanya 1,2 dollar AS per kg.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Begini Kata Fahri Hamzah Terkait Dirinya Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
13 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Seperti diberitakan beberapa hari lalu, Fahri Hamzah dan Fadli telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait retweet mereka mengenai yang dianggap berita hoax ...
Mulan Jameela  Mantap Kenakan Hijab
25 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Pasca pulang dari Palestina bersama sang suami beberapa waktu yang lalu. Mulan Jameela, salah seorang artis kontroversial di Tanah Air ...
anjing menolong rusa
19 Juli 2017, by Slesta
Tampang.com – Hati nurani bukan hanya dimiliki oleh manusia. Manusia menolong manusia itu hal biasa, bagaimana jika hewan menolong hewan? Sungguh hal ...
Kepribadianmu Berdasarkan Pilihan Ruang Favorit di Rumah!
3 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com -Kebiasaan kita dalam keseharian dirumah, kadang mempunyai tempat tersendiri dibagian rumah kita yang membuat kita nyaman dan santai dalam ...
Rendang Asal Sijunjung Ini Berbahan Daun Singkong
13 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu makanan nusantara yang mendunia adalah rendang. Selama tiga tahun berturut-turut, rendang meraih peringkat pertama sebagai makanan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab