Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Kebiasaan Tidur Yang Buruk Meningkatkan Risiko Obesitas

Kebiasaan Tidur Yang Buruk Meningkatkan Risiko Obesitas

5 Agustus 2017 | Dibaca : 418x | Penulis : Slesta

Hal lain yang perlu dikhawatirkan saat Anda terbangun di malam hari: Tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas, sebuah studi baru berpendapat.

"Karena kami menemukan bahwa orang dewasa yang melaporkan tidur kurang dari teman sebayanya lebih mungkin kelebihan berat badan atau obesitas, temuan kami menyoroti pentingnya tidur yang cukup," kata peneliti senior studi tersebut, Laura Hardie, dari University of Leeds di Inggris.

"Berapa banyak tidur yang kita butuhkan berbeda di antara orang-orang, tapi konsensus saat ini adalah tujuh sampai sembilan jam paling baik untuk kebanyakan orang dewasa," kata Hardie dalam siaran pers universitas.

Untuk penelitian ini, tim peneliti mengamati lebih dari 1.600 orang dewasa di Inggris. Para peserta melaporkan berapa lama mereka tidur dan menyimpan catatan tentang apa yang mereka makan. Peserta juga memiliki sampel darah yang diambil dan berat badan mereka, lingkar pinggang dan tekanan darah diukur.

Pinggang dari orang-orang yang tidur rata-rata enam jam semalam lebih dari satu inci lebih besar daripada mereka yang tidur sembilan jam semalam, temuan itu menunjukkan.

Orang yang kurang tidur juga membebani lebih banyak, dan telah mengurangi kadar kolesterol HDL "baik" dalam darah mereka, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan, menurut penulis penelitian.

Namun, para periset tidak menemukan hubungan antara tidur yang dipersingkat dan diet yang kurang sehat.

Hasilnya dipublikasikan online 27 Juli di jurnal PLOS One.

Menurut rekan penulis studi Greg Potter, "Jumlah orang dengan obesitas di seluruh dunia telah meningkat dua kali lipat sejak 1980. Obesitas berkontribusi pada perkembangan banyak penyakit, terutama diabetes tipe 2. Memahami mengapa orang mendapatkan berat memiliki implikasi penting bagi kesehatan masyarakat. . "

Penelitian ini tidak dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat langsung antara kurang tidur dan penambahan berat badan. Namun, temuan tersebut menambah bukti tentang hubungan antara tidur dan kesehatan, kata periset.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Bingung Hadapi Anak Bertipe Introvert? Berikut Tips Mengatasinya
3 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Seperti kita ketahui ada dua tipe perilaku orang yaitu ekstrovert dan introvert. Kategori ekstrovert merupakan mereka yang sangat aktif dan tidak bisa diam. ...
Main Biliar Saat Jam Sekolah, Puluhan Pelajar Cirebon Diciduk Polisi
17 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Puluhan pelajar di Kota Cirebon, Jawa Barat, terjaring razia saat Unit Sabhara Polres Cirebon Kota mengadakan operasi penyakit masyarakat (pekat), Senin ...
Thomas Luthi : "Ini Adalah Dunia Yang Berbeda"
7 Februari 2018, by Rachmiamy
Pada tahun 2018, Thomas Luthi akan merasakan pengalaman baru dalam karir membalapnya. Pembalap asal Swiss tersebut akan mengikuti ajang balapan MotoGP. Luthi ...
20.000 Warga Mosul, Iraq, Terjebak dalam Kekuasaan ISIS
7 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Sebanyak 20.000 warga sipil terjebak di wilayah yang dikuasai ISIS di Kota Tua Mosul, dimana pasukan Irak sedang berjuang untuk merebutnya kembali, seorang ...
DomaiNesia Solusi Terbaik untuk Kebutuhan Jualan Online yang Menguntungkan
18 Februari 2019, by Admin
Tampang.com – Perkembangan internet yang sangat pesat membuat orang semakin mudah dalam mencari informasi, baik informasi mengenai berita, gaya hidup, ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih