Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Kawasan Gang Dolly Sambut Ramadhan dengan Sholawat

Kawasan Gang Dolly Sambut Ramadhan dengan Sholawat

25 Mei 2017 | Dibaca : 1145x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Pemandangan yang mengharukan terlihat di Gang Dolly, sebuah kawasan yang dulunya menjadi pusat lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara, malam ini gema sholawat berkumandang untuk sambut datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini. Hampir semua warga yang berada di Kelurahan Putat Jaya yang berada di lokasi Gang Dolly, yang dahulunya merupakan mucikari, pekerja seks, dan pengelola tempat hiburan yang sudah bertaubat, ikut hadir dalam acara gema sholawat ini.

Camat Sawahan, Muhammad Yunus mengatakan "Kami sambut Ramadhan tahun ini dengan nuansa yang menyejukkan hati, Gang Dolly berselimut sholawat".Acara ini dilaksanakan setelah sholat isya dan langsung diadakan pembacaan sholawat yang diikuti semuah jemaah yang hadir. Ratusan wanita yang berhijab dan serba putih, menambah kesan suci pada acara ini.

Selain agenda sholawatan sambut bulan suci Ramadhan, di kawasan Dolly ini rencananya akan digelar Dolly Saiki Fest selama Ramadhan. Bazaar Ramadhan, lomba baca ayat suci Al Qur'an juga akan diadakan di Dolly Saiki Fest. "Wali Kota Surabaya, ibu Tri Rismaharini rencananya akan diundang pada puncak acara ini, dengan ngabuburit, buka puasa bersama dan taraweh bersama dilanjutkan acara Dolly Night Run, jelas Yunus lagi.

Seperti diketahui sebelumnya, Kawasan Dolly yang merupakan kawasan lokalisasi terbesar se-Asia Tengggara ini ditutup ijin usahanya oleh Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini pada tahun 2015. Risma menutup kawasan ini dengan cara mengajak dan menyadarkan warga masyarakat bahwa apa yang dilakukan mereka selama ini merupakan penyakit masyarakat. Penutupan kawasan ini tidak menimbulkan gejolak sosial yang berarti karena Wali kota Surabaya ini merubah masyarakat yang rata-rata bekerja disini menjadi pekerja usaha mandiri dan dibina oleh pihaak Pemkot Surabaya.

Dengan memberdayakan warga masyarakat Putat Jaya menjadi pengrajin baik sepatu, kaos maupun usaha mandiri lainnya, kawasan ini menjadi dikenal sebagai sentra usaha rakyat Suarabaya dan bukan lagi sebagai tempat mengumbar syahwat.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

BI Hentikan PayTren, Begini Tanggapan Yusuf Mansyur
7 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Bank Indonesia (BI) telah menghentikan layanan isi ulang sejumlah uang elektronik yang diterbitkan oleh e-commerce. Salah satunya Paytren, atau uang elektronik ...
2 Pernyataan Prabowo yang Kontroversi Menuai Banyak Kritik & Dianggap Membuat Gaduh
2 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Pada akhir – akhir ini, publik dihebohkan dengan pernyataan Prabowo yang dianggap kontroversi oleh banyak kalangan. Bahkan ada yang ...
Dua Orang Palestina Tewas Dalam Pembalasan Udara Israel
10 Desember 2017, by Slesta
Dua gerilyawan Hamas tewas dalam serangan udara Israel Sabtu atas pembalasan tembakan roket yang melanda sebuah kota Israel di tengah demonstrasi menentang ...
Tudingan Amien Rais Bagi-Bagi Sertifikat Merupakan Pengibulan, Kini Seret Bank Dunia
30 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
 Seperti diberitakan sebelumnya Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menyebut program bagi-bagi sertifikat tanah Presiden ...
visit bengkulu 2020
1 Mei 2017, by Ayu
Memang provinsi Bengkulu sedang mencangkan untuk melakukan tahun kunjungan wisata yang diberi judul ‘Visit Bengkulu Years 2020’. Agar dapat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab