Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Kaos mengganti Presiden, Pengamat: Tidak ada yang Tidak Mungkin

Kaos mengganti Presiden, Pengamat: Tidak ada yang Tidak Mungkin

14 April 2018 | Dibaca : 465x | Penulis : Zeal

Tampang.com - Akhir-akhir ini, perkembangan politik Indonesia diwarnai ramainya perbincangan mengenai kaos bertuliskan #2019GantiPresiden. Bahkan hal ini sampai mendapatkan tanggapan dari Presiden RI, Joko Widodo. Dirinya menyatakan bahwa tidak mungkin dengan bermodal kaos dapat mengganti presiden.

Namun, pernyataan tersebut bertolakbelakang dengan yang disampaikan Siti Zuhro, pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dirinya menjelaskan bahwa segalanya bisa menjadi hal yang mungkin. Zuhro mencontohkan, pada Pilkada DKI 2017 saja masyarakat dapat menumbangkan Ahok yang kala itu sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Apa yang tidak mungkin. Di Pilkada DKI juga semua bilang nggak mungkin, bahwa terlalu berat mengalahkan Pak Ahok karena dia hebat gitukan. Tapi ternyata tidak ada yang tidak mungkin," ujar Zuhro, Jumat (13/4).

Zuhro menjelaskan, tagar yang hangat diperbincangkan ini sebenarnya adalah bagian dari suksesi. Artinya, ini menunjukkan dalam bahasa demokrasi, setiap lima tahun akan digelar pemilihan umum untuk memilih presiden. Sehingga menurutnya, bahasa dalam kaos tersebut sejatinya biasa saja.

Namun, Zuhro menyampaikan bahwa bila ternyat moment dan konteksnya berpihak kepada calon yang lain, hal itu akan menjadi kemenangan.

"Karena secara demorasi itu ketika momen dan konteks tadi itu ternyata berpihak kepada pasangan calon lain, itu betul-betul akan menjadi kemenangan," tuturnya.

Saat ini atmosfer politik sudah semakin memanas. Zuhro mengaku meski sudah mulai terasa sejak sekarang, peta politik masih belum bisa diprediksi olehnya. Zuhro pun menanggapi mengenai pertanyaan apakah hadirnya kaos tersebut merupakan ketidakpuasan publik.

"Itulah yang disebut setiap Pemilu itu adalah koreksi terhadap pemerintah yang ada. Dan itu kosakata biasa saja. Bahwa pemilu dilakukan setiap lima tahun untuk evaluasi pemerintah yang ada," jelasnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

2.186 Orang Dibunuh di Meksiko, Bulan Mei Menjadi Yang Paling Mematikan dalam Beberapa Dasawarsa
1 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Dilansir Abcnews.go.com - Mei adalah bulan paling berdarah di Meksiko dalam setidaknya 20 tahun. Pembunuhan meningkat tajam pada tahun 2017 dibandingkan dengan ...
Jangan Tunggu Haus Untuk Minum!
20 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Memang terasa nikmat, apabila kita minum segelas air pada saat kita tengah kehausan. Tapi, menurut penelitian sebaiknya jangan tunggu haus untuk ...
Waspadalah!!  Berikut Adalah Makanan/Minuman yang Menjadi Musuh Terbesar Penderita Darah Tinggi
24 Juli 2018, by oteli w
Waspadalah!!  Berikut Adalah Makanan/Minuman Yang Menjadi Musuh Terbesar Penderita Darah Tinggi Sebagian orang tidak menyadari apa saja yang mereka ...
Alasan Mengapa Kamu Bekerja Di Situ...
17 Februari 2018, by Dika Mustika
Dalam satu kantor ada banyak individu. Individu dengan beragam kepribadian. Individu dengan beragam kebisaan dan kebutuhan. Ada banyak alasan mengapa individu ...
Ini Makanan yang Bisa Bantu Kamu Kecilkan Perut Buncit yang Melanda
23 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Perut buncit menjadi salah satu masalah yang dihadapi banyak orang. Banyak cara dilakukan untuk menghilangkannya. Jika kamu bosan dengan cara ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab