Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Kaos mengganti Presiden, Pengamat: Tidak ada yang Tidak Mungkin

Kaos mengganti Presiden, Pengamat: Tidak ada yang Tidak Mungkin

14 April 2018 | Dibaca : 190x | Penulis : Zeal

Tampang.com - Akhir-akhir ini, perkembangan politik Indonesia diwarnai ramainya perbincangan mengenai kaos bertuliskan #2019GantiPresiden. Bahkan hal ini sampai mendapatkan tanggapan dari Presiden RI, Joko Widodo. Dirinya menyatakan bahwa tidak mungkin dengan bermodal kaos dapat mengganti presiden.

Namun, pernyataan tersebut bertolakbelakang dengan yang disampaikan Siti Zuhro, pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dirinya menjelaskan bahwa segalanya bisa menjadi hal yang mungkin. Zuhro mencontohkan, pada Pilkada DKI 2017 saja masyarakat dapat menumbangkan Ahok yang kala itu sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Apa yang tidak mungkin. Di Pilkada DKI juga semua bilang nggak mungkin, bahwa terlalu berat mengalahkan Pak Ahok karena dia hebat gitukan. Tapi ternyata tidak ada yang tidak mungkin," ujar Zuhro, Jumat (13/4).

Zuhro menjelaskan, tagar yang hangat diperbincangkan ini sebenarnya adalah bagian dari suksesi. Artinya, ini menunjukkan dalam bahasa demokrasi, setiap lima tahun akan digelar pemilihan umum untuk memilih presiden. Sehingga menurutnya, bahasa dalam kaos tersebut sejatinya biasa saja.

Namun, Zuhro menyampaikan bahwa bila ternyat moment dan konteksnya berpihak kepada calon yang lain, hal itu akan menjadi kemenangan.

"Karena secara demorasi itu ketika momen dan konteks tadi itu ternyata berpihak kepada pasangan calon lain, itu betul-betul akan menjadi kemenangan," tuturnya.

Saat ini atmosfer politik sudah semakin memanas. Zuhro mengaku meski sudah mulai terasa sejak sekarang, peta politik masih belum bisa diprediksi olehnya. Zuhro pun menanggapi mengenai pertanyaan apakah hadirnya kaos tersebut merupakan ketidakpuasan publik.

"Itulah yang disebut setiap Pemilu itu adalah koreksi terhadap pemerintah yang ada. Dan itu kosakata biasa saja. Bahwa pemilu dilakukan setiap lima tahun untuk evaluasi pemerintah yang ada," jelasnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Yuk, Kita Teladani Sifat Rasul dalam Meminta Maaf!
19 Februari 2018, by Dika Mustika
Dalam hidup, ada banyak peristiwa juga rasa. Tak jarang, kita juga dihadapkan pada dilema di antara sekian pilihan tindakan daam merespon sebuah peristiwa. Ada ...
YAICI Ungkap Bahaya SKM Mendatangkan Obesitas pada Anak-anak
15 Juli 2018, by Nur Atinal Khusna
Protes iklan susu kental manis (SKM) yang dinilai bukan susu sebagai pelengkap nutrisi tubuh berbuntut pada survei oleh sebuah yayasan terkait anak-anak yang ...
Stop Simpan HP di Saku Celana! Bahaya!!
12 Maret 2018, by oteli w
Stop simpan HP di saku celana! Bahaya!! Hari gini ngga punya hp (handphone)?? Ya, zaman sekarang handphone sudah menjadi salah satu kebutuhan primer ...
Arti Mimpi Buruk Dalam Kehidupan Kita
5 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Memang mimpi adalah bunga tidur, namun ada juga yang beranggapan mimpi adalah hidayah dari Tuhan yang diberikan lewat mimpi. Kadang jam tidur ...
Family Art Competition 2017 Ajang Kerja sama Orang Tua dan Anak
13 November 2017, by Admin
  Tampang.com  - Perkembangan zaman mendorong penggunaan teknologi makin masif, dengan gadget mau tidak mau menyebabkan berkurangnya waktu bersama ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman