Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Kaos mengganti Presiden, Pengamat: Tidak ada yang Tidak Mungkin

Kaos mengganti Presiden, Pengamat: Tidak ada yang Tidak Mungkin

14 April 2018 | Dibaca : 155x | Penulis : Zeal

Tampang.com - Akhir-akhir ini, perkembangan politik Indonesia diwarnai ramainya perbincangan mengenai kaos bertuliskan #2019GantiPresiden. Bahkan hal ini sampai mendapatkan tanggapan dari Presiden RI, Joko Widodo. Dirinya menyatakan bahwa tidak mungkin dengan bermodal kaos dapat mengganti presiden.

Namun, pernyataan tersebut bertolakbelakang dengan yang disampaikan Siti Zuhro, pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dirinya menjelaskan bahwa segalanya bisa menjadi hal yang mungkin. Zuhro mencontohkan, pada Pilkada DKI 2017 saja masyarakat dapat menumbangkan Ahok yang kala itu sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Apa yang tidak mungkin. Di Pilkada DKI juga semua bilang nggak mungkin, bahwa terlalu berat mengalahkan Pak Ahok karena dia hebat gitukan. Tapi ternyata tidak ada yang tidak mungkin," ujar Zuhro, Jumat (13/4).

Zuhro menjelaskan, tagar yang hangat diperbincangkan ini sebenarnya adalah bagian dari suksesi. Artinya, ini menunjukkan dalam bahasa demokrasi, setiap lima tahun akan digelar pemilihan umum untuk memilih presiden. Sehingga menurutnya, bahasa dalam kaos tersebut sejatinya biasa saja.

Namun, Zuhro menyampaikan bahwa bila ternyat moment dan konteksnya berpihak kepada calon yang lain, hal itu akan menjadi kemenangan.

"Karena secara demorasi itu ketika momen dan konteks tadi itu ternyata berpihak kepada pasangan calon lain, itu betul-betul akan menjadi kemenangan," tuturnya.

Saat ini atmosfer politik sudah semakin memanas. Zuhro mengaku meski sudah mulai terasa sejak sekarang, peta politik masih belum bisa diprediksi olehnya. Zuhro pun menanggapi mengenai pertanyaan apakah hadirnya kaos tersebut merupakan ketidakpuasan publik.

"Itulah yang disebut setiap Pemilu itu adalah koreksi terhadap pemerintah yang ada. Dan itu kosakata biasa saja. Bahwa pemilu dilakukan setiap lima tahun untuk evaluasi pemerintah yang ada," jelasnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

keluarga Anang Berdandan Ala Prajurit di Acara Ulang Tahun Arsya yang ke-1
30 Oktober 2017, by Rachmiamy
Tanggal 28 Oktober kemarin merupakan hari yang sangat spesial bagi pasangan artis Anang Hermansyah dan Ashanty. Pasalnya tanggal 28 Oktober merupakan hari ...
Menjajaki Mutiara Biru di Maroko
31 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Bagi para pecinta warna biru, sepertinya akan betah berlama-lama di kota ini. Kota dengan nama Chefchaouen adalah salah satu kota yang berada di ...
Tugas Orangtua, Asah Keterampilan Sosial Anak
8 Juli 2018, by Slesta
Tampang.com – Pertumbuhan anak tidak hanya diukur dari kemampuannya dalam bidang akademik seperti kemampuan berhitung, membaca, menulis dll. Ada faktor ...
Aplikasi Tik Tok Dinilai Mengandung Konten Negatif, Kominfo Lakukan Pemblokiran
3 Juli 2018, by oteli w
Aplikasi Tik Tok Dinilai Mengandung Konten Negatif, Kominfo Lakukan Pemblokiran Siapa yang tidak kenal dengan aplikasi Tik Tok? Akhir – akhir ini, ...
hos tjokroaminoto
6 Mei 2017, by Tonton Taufik
Oleh: Ahmad Ghilman Pada awal Januari tahun 1918, surat kabar harian bernama “Djawi Hisworo” pernah muncul suatu artikel yang berisi penghinaan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview