Tutup Iklan
JusKulitManggis
  
login Register
Jurus "Obstruction Of Justice" KPK untuk Lawan Pansus Hak Angket

Jurus "Obstruction Of Justice" KPK untuk Lawan Pansus Hak Angket

31 Agustus 2017 | Dibaca : 364x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Manuver Pansus Hak Angket yang dibentuk DPR beberapa waktu lalu, membuat para petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) semakin gerah. Manuver politik yang semakin digencarkan Pansus hak Angket ini terhadap KPK, dinilai KPK semakin hari semakin membuat kericuhan. Rapat bersama Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Aris Budiman merupakan manuver terbaru dari Pansus Hak Angket ini.

Menanggapi manuver-manuver ini, Ketua KPK, Agus Rahardjo menjelaskan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk menghadapi manuver Pansus Hak Angket ini. "Kami sedang mempertimbangkan Obstruction of Justice, ini dapat kami terapkan jika pansus kayak begini terus", jelas Agus.

Obstuction of Justice ini ada pada pasal Nomor 21 UU Pemberantasan Korupsi. Pasal ini dapat dipergunakan untuk menjerat orang yang secara sengaja merintangi atau menggagalkan, sexara langsung atau tidak langsung, baik pada proses penyidikan, penuntutan maupun proses persidangan yang sedang dilakukan penegak hukum. Orang yang melakukan hal ini akan terancam hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara dan denda paling sedikit 150 juta.

Agus Raharjo menilai bahwa manuver yang dilakukan Pansus Hak Angket karena banyak anggota DPR yang terlibat kasus mega proyek e-ktp. Beberapa anggota DPR yang sudah dijadikan tersangka oleh KPK pada kasus ini, diantaranya Ketua DPR, Setya Novanto, Legislator Partai Golkar, Markus Nari dan anggota banggar DPR dari Partai Hanura, Miryam Haryani yang sudah dijerat KPK.

Masih banyak beberapa nama yang diduga sudah dikantongi KPK pada kasus mega proyek ini, dan beberapa diantaranya termasuk anggota Pansus Hak Angket ini. Makanya tak heran jika Pansus ini terkesan menghambat KPK dalam menyelesaikan kasus Mega proyek e-ktp ini.

"Kita sedang menangani kasus yang besar, selalu dihambat, mudah-mudahan rakyat memberikan dukungan dan kami bisa kerja lebih optimal", tambah Agus.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Merasa Kesepian Bisa Sebabkan Masalah Serius untuk Kesehatan
26 Juli 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kamu sering merasa kesepian walaupun sedang berada dalam keramaian? Kalau iya, maka sebaiknya segera cari solusinya. Merasa kesepian bisa dialami ...
Fakta Menarik, Burung Elang makin Ahli dalam Berburu
8 Juli 2018, by Maman Soleman
Burung elang ternyata memiliki kemampuan berkembang dengan cepat dalam keahlian berburu. Hal itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan para peneliti dari ...
4 Hal Berikut Menandakan Anda Boros Dalam Urusan Makanan
29 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Semua orang pasti makan, bahkan manusia tidak bisa hidup jika tidak makan. Makanan adalah kebutuhan utama bagi setiap orang untuk dapat bertahan hidup, ...
Yusril : Ini Mispersepsi Dalam Penegakan Hukum, harus di Carikan Jalan Keluarnya
18 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Habib Rizieq Shihab yang masih berada di Arab Saudi meminta bantuan kepada Pakar Hukum Tata Negara Indonesia, Yusril Ihza Mahendra untuk membentuk ...
Bolehkah Air Hujan Dikonsumsi?
30 Mei 2018, by oteli w
Bolehkah Air Hujan Dikonsumsi? Bagi sebagian tempat yang kesulitan mendapatkan air bersih, musim hujan menjadi berkat tersendiri yang dirasakan,  ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman