Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
login Register
Jurus "Obstruction Of Justice" KPK untuk Lawan Pansus Hak Angket

Jurus "Obstruction Of Justice" KPK untuk Lawan Pansus Hak Angket

31 Agustus 2017 | Dibaca : 163x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Manuver Pansus Hak Angket yang dibentuk DPR beberapa waktu lalu, membuat para petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) semakin gerah. Manuver politik yang semakin digencarkan Pansus hak Angket ini terhadap KPK, dinilai KPK semakin hari semakin membuat kericuhan. Rapat bersama Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Aris Budiman merupakan manuver terbaru dari Pansus Hak Angket ini.

Menanggapi manuver-manuver ini, Ketua KPK, Agus Rahardjo menjelaskan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk menghadapi manuver Pansus Hak Angket ini. "Kami sedang mempertimbangkan Obstruction of Justice, ini dapat kami terapkan jika pansus kayak begini terus", jelas Agus.

Obstuction of Justice ini ada pada pasal Nomor 21 UU Pemberantasan Korupsi. Pasal ini dapat dipergunakan untuk menjerat orang yang secara sengaja merintangi atau menggagalkan, sexara langsung atau tidak langsung, baik pada proses penyidikan, penuntutan maupun proses persidangan yang sedang dilakukan penegak hukum. Orang yang melakukan hal ini akan terancam hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara dan denda paling sedikit 150 juta.

Agus Raharjo menilai bahwa manuver yang dilakukan Pansus Hak Angket karena banyak anggota DPR yang terlibat kasus mega proyek e-ktp. Beberapa anggota DPR yang sudah dijadikan tersangka oleh KPK pada kasus ini, diantaranya Ketua DPR, Setya Novanto, Legislator Partai Golkar, Markus Nari dan anggota banggar DPR dari Partai Hanura, Miryam Haryani yang sudah dijerat KPK.

Masih banyak beberapa nama yang diduga sudah dikantongi KPK pada kasus mega proyek ini, dan beberapa diantaranya termasuk anggota Pansus Hak Angket ini. Makanya tak heran jika Pansus ini terkesan menghambat KPK dalam menyelesaikan kasus Mega proyek e-ktp ini.

"Kita sedang menangani kasus yang besar, selalu dihambat, mudah-mudahan rakyat memberikan dukungan dan kami bisa kerja lebih optimal", tambah Agus.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tak Jadi ke Man. City, Dani Alves Berlabuh di PSG
13 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pasti sudah, kemana Dani Alves setelah meninggalkan Juventus. Kini, Dani Alves resmi berbaju Paris Saint-Germain (PSG). Dani ALves ...
prabowo subianto
25 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Meski syarat ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold harus 20% dari suara pemilu tahun 2014, tidaklah membuat Partai ...
Tak Hanya Hangatkan Tubuh, Rempah Ini Juga Dapat Sembuhkan Penyakit
23 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu rempah yang memiliki banyak manfaat adalah jahe. Jahe ini dapat digunakan sebagai bumbu pada masakan atau dapat menjadi bahan untuk ...
Gempa 6,2 SR Guncang Kepulauan Mentawai
1 September 2017, by Sri Melina
Kepulauan Mentawai diguncang gempa pada Jum’at 1 September 2017. Gempa dengan kekuatan 6,0 SR ini terjadi pada pukul 00.06.56 WIB berlokasi di 1,33° ...
Terseret Arus 6 km, Seorang Bocah Ditemukan Tewas Mengambang
20 November 2017, by Rindang Riyanti
Seorang bocah laki-laki yang dikabarkan hilang sejak Jumat sore (17/11/2017), akhirnya berhasil ditemukan. Namun naas, ia ditemukan telah tewas mengambang di ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
Hijab