Tutup Iklan
TokoBatik
  
login Register
Jurus "Obstruction Of Justice" KPK untuk Lawan Pansus Hak Angket

Jurus "Obstruction Of Justice" KPK untuk Lawan Pansus Hak Angket

31 Agustus 2017 | Dibaca : 224x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Manuver Pansus Hak Angket yang dibentuk DPR beberapa waktu lalu, membuat para petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) semakin gerah. Manuver politik yang semakin digencarkan Pansus hak Angket ini terhadap KPK, dinilai KPK semakin hari semakin membuat kericuhan. Rapat bersama Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Aris Budiman merupakan manuver terbaru dari Pansus Hak Angket ini.

Menanggapi manuver-manuver ini, Ketua KPK, Agus Rahardjo menjelaskan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk menghadapi manuver Pansus Hak Angket ini. "Kami sedang mempertimbangkan Obstruction of Justice, ini dapat kami terapkan jika pansus kayak begini terus", jelas Agus.

Obstuction of Justice ini ada pada pasal Nomor 21 UU Pemberantasan Korupsi. Pasal ini dapat dipergunakan untuk menjerat orang yang secara sengaja merintangi atau menggagalkan, sexara langsung atau tidak langsung, baik pada proses penyidikan, penuntutan maupun proses persidangan yang sedang dilakukan penegak hukum. Orang yang melakukan hal ini akan terancam hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara dan denda paling sedikit 150 juta.

Agus Raharjo menilai bahwa manuver yang dilakukan Pansus Hak Angket karena banyak anggota DPR yang terlibat kasus mega proyek e-ktp. Beberapa anggota DPR yang sudah dijadikan tersangka oleh KPK pada kasus ini, diantaranya Ketua DPR, Setya Novanto, Legislator Partai Golkar, Markus Nari dan anggota banggar DPR dari Partai Hanura, Miryam Haryani yang sudah dijerat KPK.

Masih banyak beberapa nama yang diduga sudah dikantongi KPK pada kasus mega proyek ini, dan beberapa diantaranya termasuk anggota Pansus Hak Angket ini. Makanya tak heran jika Pansus ini terkesan menghambat KPK dalam menyelesaikan kasus Mega proyek e-ktp ini.

"Kita sedang menangani kasus yang besar, selalu dihambat, mudah-mudahan rakyat memberikan dukungan dan kami bisa kerja lebih optimal", tambah Agus.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jalan Tol Lampung Siap Digunakan, Gubernur: Arus Mudik Harus Lancar!
25 Mei 2017, by Zeal
Bagi Anda yang akan mudik melalui Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) lebaran nanti, nampaknya ada kabar gembira. Untuk menghindari kemacetan dan kecelakaan lalu ...
Akun Pelapor Kaesang dipenuhi Komentar “Ndeso”
8 Juli 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Muhammad Hidayat Situmorang, mendapat banyak sekali kecaman setelah dirinya melaporkan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, ke Polres Bekasi ...
Mengenal "Crazy House", Rumah Aneh Dari Dalat, Vietnam
21 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jika dilihat dari tampilan luar, rumah unik yang berada di Dalat, Vietnam ini terlihat seperti tempat yang menakutkan. Namun jika masuk kedalam, ...
Menggauli Istri Saat Haid dalam Pandangan Islam
7 Februari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Hak-hak seorang suami tatkala dilaksanakan oleh sang istri dengan penuh keridhaan maka akan berbuah pahala. Namun tentunya hak-hak tersebut tidak ...
Pendiri WhatsApp, CEO Jan Koum Lengser
1 Mei 2018, by Slesta
Jan Koum, CEO dan co-founder WhatsApp, mengumumkan pada hari Senin bahwa dia akan meninggalkan perusahaan, yang dimiliki oleh Facebook. Koum meninggalkan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman