Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Jurus "Obstruction Of Justice" KPK untuk Lawan Pansus Hak Angket

Jurus "Obstruction Of Justice" KPK untuk Lawan Pansus Hak Angket

31 Agustus 2017 | Dibaca : 387x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Manuver Pansus Hak Angket yang dibentuk DPR beberapa waktu lalu, membuat para petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) semakin gerah. Manuver politik yang semakin digencarkan Pansus hak Angket ini terhadap KPK, dinilai KPK semakin hari semakin membuat kericuhan. Rapat bersama Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Aris Budiman merupakan manuver terbaru dari Pansus Hak Angket ini.

Menanggapi manuver-manuver ini, Ketua KPK, Agus Rahardjo menjelaskan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk menghadapi manuver Pansus Hak Angket ini. "Kami sedang mempertimbangkan Obstruction of Justice, ini dapat kami terapkan jika pansus kayak begini terus", jelas Agus.

Obstuction of Justice ini ada pada pasal Nomor 21 UU Pemberantasan Korupsi. Pasal ini dapat dipergunakan untuk menjerat orang yang secara sengaja merintangi atau menggagalkan, sexara langsung atau tidak langsung, baik pada proses penyidikan, penuntutan maupun proses persidangan yang sedang dilakukan penegak hukum. Orang yang melakukan hal ini akan terancam hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara dan denda paling sedikit 150 juta.

Agus Raharjo menilai bahwa manuver yang dilakukan Pansus Hak Angket karena banyak anggota DPR yang terlibat kasus mega proyek e-ktp. Beberapa anggota DPR yang sudah dijadikan tersangka oleh KPK pada kasus ini, diantaranya Ketua DPR, Setya Novanto, Legislator Partai Golkar, Markus Nari dan anggota banggar DPR dari Partai Hanura, Miryam Haryani yang sudah dijerat KPK.

Masih banyak beberapa nama yang diduga sudah dikantongi KPK pada kasus mega proyek ini, dan beberapa diantaranya termasuk anggota Pansus Hak Angket ini. Makanya tak heran jika Pansus ini terkesan menghambat KPK dalam menyelesaikan kasus Mega proyek e-ktp ini.

"Kita sedang menangani kasus yang besar, selalu dihambat, mudah-mudahan rakyat memberikan dukungan dan kami bisa kerja lebih optimal", tambah Agus.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kopi-Kopi Ini Disajikan dalam Wadah yang Bisa Dikonsumsi
4 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kopi menjadi salah satu minuman yang digemari di seluruh dunia. Biasanya, kopi tersebut dihidangkan pada gelas kaca. Namun, berbeda dengan ...
Ingin Bisa Mengendalikan Mimpi saat Tidur? Begini Tekniknya
27 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Penelitian baru di University of Adelaide telah menemukan bahwa kombinasi teknik tertentu akan meningkatkan peluang orang untuk memiliki mimpi yang jelas, di ...
Belum Deklarasi Capres, Strategi Jitu Prabowo Patahkan Kode Luhut
12 April 2018, by Gatot Swandito
“Baru saja saya menerima keputusan saudara-saudara sekalian dan sebagai mandataris partai, pemegang mandat saudara sekalian, sekaligus ketua umum, saya ...
Program Kesehatan Mental Berbasis Sekolah Tingkatkan Kesehatan Mental Anak
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Program kesehatan mental berbasis sekolah dapat meningkatkan kesehatan mental menurut sebuah tinjauan penelitian pada terbitan Harvard Review of ...
Tabung Freon Meledak, Tukang Servis AC Tewas
4 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Suara ledakan dari  tabung freon  mengagetkan pengendara yang melintas di Jalan Pacuan Kuda, Surabaya, Selasa (3/10/2017). Seorang pria tewas setelah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman