Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Jurus "Obstruction Of Justice" KPK untuk Lawan Pansus Hak Angket

Jurus "Obstruction Of Justice" KPK untuk Lawan Pansus Hak Angket

31 Agustus 2017 | Dibaca : 659x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Manuver Pansus Hak Angket yang dibentuk DPR beberapa waktu lalu, membuat para petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) semakin gerah. Manuver politik yang semakin digencarkan Pansus hak Angket ini terhadap KPK, dinilai KPK semakin hari semakin membuat kericuhan. Rapat bersama Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Aris Budiman merupakan manuver terbaru dari Pansus Hak Angket ini.

Menanggapi manuver-manuver ini, Ketua KPK, Agus Rahardjo menjelaskan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk menghadapi manuver Pansus Hak Angket ini. "Kami sedang mempertimbangkan Obstruction of Justice, ini dapat kami terapkan jika pansus kayak begini terus", jelas Agus.

Obstuction of Justice ini ada pada pasal Nomor 21 UU Pemberantasan Korupsi. Pasal ini dapat dipergunakan untuk menjerat orang yang secara sengaja merintangi atau menggagalkan, sexara langsung atau tidak langsung, baik pada proses penyidikan, penuntutan maupun proses persidangan yang sedang dilakukan penegak hukum. Orang yang melakukan hal ini akan terancam hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara dan denda paling sedikit 150 juta.

Agus Raharjo menilai bahwa manuver yang dilakukan Pansus Hak Angket karena banyak anggota DPR yang terlibat kasus mega proyek e-ktp. Beberapa anggota DPR yang sudah dijadikan tersangka oleh KPK pada kasus ini, diantaranya Ketua DPR, Setya Novanto, Legislator Partai Golkar, Markus Nari dan anggota banggar DPR dari Partai Hanura, Miryam Haryani yang sudah dijerat KPK.

Masih banyak beberapa nama yang diduga sudah dikantongi KPK pada kasus mega proyek ini, dan beberapa diantaranya termasuk anggota Pansus Hak Angket ini. Makanya tak heran jika Pansus ini terkesan menghambat KPK dalam menyelesaikan kasus Mega proyek e-ktp ini.

"Kita sedang menangani kasus yang besar, selalu dihambat, mudah-mudahan rakyat memberikan dukungan dan kami bisa kerja lebih optimal", tambah Agus.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tak Perlu Pintar untuk Jadi Kaya, Benarkah?
3 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Seorang Miliarder muda, Timothy Kim menjelaskan tentang rahasia suksesnya. Ia menjelaskan bahwa untuk jadi kaya tidak perlu pintar ...
minum alkohol
4 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Meminum alkohol mampu meningkatkan memori untuk informasi yang dipelajari sebelum Anda meminumnya, menurut penelitian terbaru. Dalam studi University of ...
Drama Korea  'While You Were Sleeping', Drama yang Ditunggu Para Pecinta Drakor
13 September 2017, by Rachmiamy
Kabar gembira bagi kalian para pecinta drama korea. Drama korea berjudul "While You Were Sleeping" akan segera rilis. Kalian wajib banget nonton, ...
Malaikat yang Menjaga
5 April 2018, by oteli w
MALAIKAT YANG MENJAGA Semua manusia tentunya pasti memiliki rasa takut, baik itu takut terhadap orang jahat maupun rasa takut terhadap setan atau kuasa ...
real madrid
22 Mei 2017, by Tonton Taufik
Ada kejadian lucu pada jumpa pers yang dilakukan oleh Zinedine Zidane sebagai pelatih Real Madrid. Zidane disemprot champagne, sebagai perwujudan senangnya ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab