Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Jurus "Obstruction Of Justice" KPK untuk Lawan Pansus Hak Angket

Jurus "Obstruction Of Justice" KPK untuk Lawan Pansus Hak Angket

31 Agustus 2017 | Dibaca : 122x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Manuver Pansus Hak Angket yang dibentuk DPR beberapa waktu lalu, membuat para petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) semakin gerah. Manuver politik yang semakin digencarkan Pansus hak Angket ini terhadap KPK, dinilai KPK semakin hari semakin membuat kericuhan. Rapat bersama Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Aris Budiman merupakan manuver terbaru dari Pansus Hak Angket ini.

Menanggapi manuver-manuver ini, Ketua KPK, Agus Rahardjo menjelaskan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk menghadapi manuver Pansus Hak Angket ini. "Kami sedang mempertimbangkan Obstruction of Justice, ini dapat kami terapkan jika pansus kayak begini terus", jelas Agus.

Obstuction of Justice ini ada pada pasal Nomor 21 UU Pemberantasan Korupsi. Pasal ini dapat dipergunakan untuk menjerat orang yang secara sengaja merintangi atau menggagalkan, sexara langsung atau tidak langsung, baik pada proses penyidikan, penuntutan maupun proses persidangan yang sedang dilakukan penegak hukum. Orang yang melakukan hal ini akan terancam hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara dan denda paling sedikit 150 juta.

Agus Raharjo menilai bahwa manuver yang dilakukan Pansus Hak Angket karena banyak anggota DPR yang terlibat kasus mega proyek e-ktp. Beberapa anggota DPR yang sudah dijadikan tersangka oleh KPK pada kasus ini, diantaranya Ketua DPR, Setya Novanto, Legislator Partai Golkar, Markus Nari dan anggota banggar DPR dari Partai Hanura, Miryam Haryani yang sudah dijerat KPK.

Masih banyak beberapa nama yang diduga sudah dikantongi KPK pada kasus mega proyek ini, dan beberapa diantaranya termasuk anggota Pansus Hak Angket ini. Makanya tak heran jika Pansus ini terkesan menghambat KPK dalam menyelesaikan kasus Mega proyek e-ktp ini.

"Kita sedang menangani kasus yang besar, selalu dihambat, mudah-mudahan rakyat memberikan dukungan dan kami bisa kerja lebih optimal", tambah Agus.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jangan Klik Berita Rowan Atkinson Meninggal Dunia! Modus Penipuan.
17 Juli 2017, by Rachmiamy
Lagi- lagi Rowan Atkinson alias Mr. Bean dikabarkan meninggal dunia. Berita tersebut memang tidak benar alias hoax, tapi kali ini berita tersebut digunakan ...
Kematian Bertaubatlah
22 April 2017, by titin
Sesungguhnya kita hidup didunia ini hanya sementara, kita semua sebagai makhluk hidup pasti yakin dan meyakini bahwa semuanya akan merasakan mati, baik ...
Bingung Rambut Cepat Lepek? Atasi dengan Tips Ini
19 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Kita merasa kecewa saat rambut kita kotor atau lepek terlalu cepat, jadi kita merasa perlu keramas dengan lebih sering. Ternyata hal ini bisa berdampak ...
8 Mitos Tentang Kehamilan yang Ternyata Benar
25 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Sejak minggu-minggu pertama kehamilan, orang-orang di sekitarnya mulai mengintimidasi calon ibu dengan: jangan memotong rambut Anda, jangan membeli pakaian ...
Ikan Purba Ini Bisa Hidup di Dua Alam
31 Juli 2017, by Rachmiamy
Indonesia memang Negara yang kaya akan Sumber Daya Alam. Seperti salah satu kekayaan alam yang ada di laut Kalimantan. Ikan Mudskipper atau yang disebut ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
ObatDiabetes