Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Jangan Baper karena Terlambat Ini Itu!

Jangan Baper karena Terlambat Ini Itu!

8 Desember 2017 | Dibaca : 439x | Penulis : Dika Mustika

Keterlambatan adalah ukuran yang dibuat oleh manusia. Dan ‘ukuran’ inilah yang sering membuat kita baper atau minder. Pagi tadi ada pengalaman yang membuatku bercermin tepatkah kita baper atau kecewa atas sebuah ‘keterlambatan’. Seperti biasa pagi tadi aku pergi kerja menggunakan jasa transportasi berbasis aplikasi. Nah, sejak menggunakan jasa transportasi ini, ada beberapa driver yang memang seakan menjadi langgananku. Mengapa seakan? Karena memang bukan langganan, hanya saja entah kebetulan atau apa, ada seorang driver yang menjadi favoritku. Dia sudah  beberapa kali mengantarkanku ke kantor.  Sungguh menyenangkan jika diantar oleh driver ini, perjalanan terkadang tidak terasa karena mengobrol dengan driver yang ini, sungguh mengocok perut saking lucunya. Dia tidak hafal jalan di Bandung ini. Kali pertama ia mengantarkanku, ada beberapa kali salah jalan dan juga ada kejadian lucu. Bahkan ketika dia sudah menurunkanku di depan kantor, dia bertanya dengan nada putus asa, “Kalau saya pulangnya lewat mana dong?” Saat itu saya tak bisa menahan tawa. Itu adalah kali pertama aku bersama dengan driver kocak itu. Driver yang bertanya jalan pulang pada penumpangnya.

 

Nah, kembali lagi ke pengalaman pagi tadi. Intinya pagi tadi saya terlambat memesan ojeg. Kira-kira lewat 15 menit dari biasanya. Ada kecewa, karena jika terlambat seperti itu, yang ada di benakku adalah orderanku tidak diambil oleh driver kocak favoritku. Dengan gontai, kupesan ojeg dan pasrah akan mendapat siapapun drivernya. Mengapa saat itu aku ingin pergi kerja diantar driver favorit, itu karena aku sedang butuh hiburan. Dan ajaibnya....aku mendapatkan driver kocak itu! Sungguh tak menyangka, karena itu lewat dari waktu biasa dan ia masih ada di daerah rumahku. Dari perjalanan sebelumnya, aku tahu bahwa ia setiap pagi memang ada di daerah sekitarku karena mengantar seorang anak yang sekolahnya tak jauh dari rumahku. Makanya ia yang sering mengambil orderanku.

 

Ah, intinya pagi tadi aku dibuat kaget sekaligus senang karena diantar kerja oleh driver favorit. Dan yang membuat takjub lagi adalah....Aku datang ke kantor tepat waktu! Padahal dari awal memesan ojeg, aku sudah berpikiran akan terlambat dan tidak mungkin mendapatkan driver favorit. Pelajaran pagi tadi adalah “Terlambat itu hanyalah satu kriteria yang dibuat oleh manusia.” Ketika di awal memesan ojek dan merasa terlambat. Ternyata hasilnya adalah aku tepat waktu! Tepat masuk kantor, diantar driver favorit pula! Baper di awal ternyata tidak beralasan. Karena yang memutuskan terlambat atau tidaknya kita dalam meraih sesuatu adalah Dia!

 

Janganlah terbawa kecewa atau baper ketika merasa terlambat akan sesuatu. Terlambat lulus kuliah, terlambat mendapatkan pekerjaan, terlambat bertemu jodoh, terlambat menikah, terlambat punya anak, terlambat punya rumah, terlambat punya mobil, dan terlambat-terlambat lainnya. Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik untuk kita. Waktu menunggu (baca: terlambat versi manusia) adalah waktu Tuhan menyiapkan yang kita inginkan sebaik-baiknya dan waktu kita mempersiapkan diri juga menjadi diri dengan versi yang terbaik.  So, masih mau baper ketika kita “terlambat”?

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Cara Mengendalikan Diabetes dengan Baik
9 Juli 2018, by Maman Soleman
Orang tidak mati karena diabetes tetapi meninggal karena komplikasi penyakit. Banyak komplikasi yang berawal dari diabetes. Kematian akibat diabetes, biasanya ...
diabetes pada anak
2 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu kegiatan yang paling menyenangkan bagi anak-anak adalah menonton TV. Baik itu pulang sekolah, maupun pada malam hari setelah ...
Inilah Jebakan Bagi Anda yang Ingin Mulai Berbisnis
13 Juli 2018, by Slesta
Tampang.com – Bagi Anda yang berkeinginan membuka bisnis pada usia saat ini, Anda tentu harus mampu untuk mempersiapkan banyak hal. Selain modal uang dan ...
Benarkah Kunyah Permen Karet Bikin Pipi Lebih Tirus?
24 Januari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Bagi para wanita, rasanya memiliki pipi tirus menjadi salah satu impian yang ingin mereka capai. Lalu, benarkah dengan rajin mengunyah permen ...
Wacana Pemindahan Ibu kota, Djarot : “Jakarta Lebih Baik dibenahi Lagi”
31 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Wacana pemindahan ibu kota masih menjadi perdebatan yang masih belum mendapatkan titik terang. Banyak warga yang tidak setuju terkait ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab