Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Insinyur Temukan Cara untuk Evaluasi Green Roof

Insinyur Temukan Cara untuk Evaluasi Green Roof

21 Agustus 2017 | Dibaca : 416x | Penulis : Rindang Riyanti

Green infrastructure (infrasturuktru hijau) merupakan konsep yang menarik, namun ada kekhawatiran seputar keefektifannya. Peneliti di University of Illinois di Urbana-Champaign menggunakan teknik matematika yang secara tradisional digunakan dalam rekayasa gempa untuk menentukan seberapa baik infrastruktur hijau bekerja.

Green roof (atap hijau) yang datar, permukaan vegetasi di bagian atas bangunan dirancang untuk menangkap dan menahan air hujan dan menyaring apapun yang dilepaskan kembali ke lingkungan.

"Retensi ini membantu menampung sejumlah besar hujan di sistem saluran pembuangan kota, dan penyaringan membantu menghilangkan kemungkinan kontaminan yang ditemukan dalam air badai," kata Reshmina William, seorang mahasiswa pascasarjana teknik sipil yang melakukan penelitian dengan Profesor teknik Ashlynn Stillwell.

Khawatiran umum mengenai atap hijau adalah variabilitas dari kinerjanya. Salah satu tantangannya adalah mencari tahu seberapa baik bangunan yang menahannya akan merespons peningkatan dan bobot yang sangat bervariasi antara kondisi basah dan kering. Tantangan lain adalah menentukan seberapa baik mereka mempertahankan dan memproses air dengan adanya intensitas, durasi dan frekuensi yang berbeda, kata William.

Saat mempelajari analisis reliabilitas di salah satu mata kuliahnya, William mengemukakan gagasan untuk menggunakan konsep matematika yang tampaknya tidak terkait yang disebut kurva kerapuhan untuk menghadapi masalah ini.

"Teknik gempa memiliki masalah yang sama karena sulit memprediksi gempa yang akan terjadi pada sebuah bangunan," kata William. "Infrastruktur hijau memiliki variabilitas yang jauh lebih banyak, tapi itulah yang membuat kurva kerapuhan ideal untuk menangkap dan menentukan dinamika yang terkait."

William mengatakan bahwa tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memfasilitasi komunikasi antara ilmuwan, pembuat kebijakan, pengembang dan masyarakat umum mengenai risiko finansial dan manfaat lingkungan dalam mengambil biaya semacam itu.

"Salah satu penghalang terbesar untuk penerimaan infrastruktur hijau adalah persepsi risiko finansial," kata William. "Orang ingin tahu apakah keuntungan dari atap hijau akan membenarkan biaya, tapi risiko itu dikurangi dengan mengetahui kapan pemasangan akan paling efektif, dan dari situlah model kami masuk."

Hasil analisis model dan risikonya, yang muncul dalam Journal of Sustainable Water in the Built Environment, memberikan gambaran kinerja infrastruktur hijau untuk atap hijau ini. Hasil dari model tunggal tidak menghasilkan pendekatan satu ukuran untuk semua evaluasi infrastruktur hijau, dan William dan Stillwell mengatakan bahwa itu adalah salah satu kekuatan teknik mereka. Kemampuan beradaptasi di berbagai teknologi dan lingkungan sangat penting untuk analisis infrastruktur hijau.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

masalah jerawat
3 September 2017, by Rachmiamy
Masalah jerawat memang sangat mengganggu terutama bagi kaum wanita. Selain mengganggu karena rasa sakitnya, jerawat juga dianggap mengurangi kecantikan di ...
Pemprov Sumsel Kesulitan Maksimalkan Penyerapan APBD 2017
2 November 2017, by Admin
Tampang.com  - Pemerintah daerah harus kerja keras untuk memaksimalkan penyerapan APBD tahun 2017. Sebab data Kanwil Perbendaharaan Negara Provinsi ...
Venezuela Mengusir Dua Diplomat AS Setelah Sanksi Pemilihan
23 Mei 2018, by Slesta
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan Selasa dia mengusir dua diplomat AS atas sebagai tanggapan terhadap sanksi AS. Maduro mendeklarasikan Charge ...
Guru Ditangkap dan Dihina,  Siswa Bertindak
12 Oktober 2018, by Rahmat Zaenudin
Memang tak bisa di pungkiri kedekatan guru dengan murid kadang melebihi kedekatan antara orang tua dan anak. Karena setengah dari hari mereka, murid ...
KSPI: 10 Juta Suara Untuk Prabowo Subianto
4 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Seperti diketahui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, kembali maju sebagai calon presiden Indonesia pada pemilu 2019 mendatang. Sampai saat ini ada ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab