Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
sering begadang

Ini 3 Dampak Buruk Dari Seringnya Begadang, Salah Satunya Menurunkan Fungsi Seksual

28 Februari 2018 | Dibaca : 440x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Ketika pekerjaan menumpuk dan tak dapat diselesaikan pada siang hari, terkadang pekerjaan itu terpaksa dilakukan di malam hari, bahkan hingga begadang.

Begadang sebenarnya tak menjadi masalah ketika dilakukan sekali-sekali. Namun, apabila dilakukan secara terus-menerus, tentunya dapat berbahaya bagi kita.

Selain dapat menyebabkan "mata panda", begadang mampu mengubah suasana hati, dan menyebabkan terlambat bangun dan bekerja.

Tak hanya itu, begadang juga berdampak pada kinerja tubuh. Dikutip dari laman Step to Health, Rabu (28/2/2018), berikut beberapa dampak yang terjadi pada tubuh ketika begadang.

Turunnya Fungsi Seksual

Journal of Sexual Medicine menemukan, durasi tidur menentukan hasrat untuk berhubungan seks pada wanita. Dalam studi tersebut, dengan hanya tidur selama satu jam, peserta akan mengalami kenaikan hasrat hingga 14 persen.

Studi tersebut juga menemukan, wanita yang menghabiskan cukup waktu di tempat tidur, akan merasa lebih baik saat berhubungan seks. Selain itu, perubahan hormonal yang merupakan akibat kurang tidur, mampu menganggu fungsi seksual tubuh Anda.

Naiknya Tekanan Darah

Tekanan darah bisa meningkat apabila Anda begadang. Menurut beberapa peneliti, tekanan darah yang diambil pada malam hari, memiliki indikator risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi dibanding siang hari.

Apabila tekanan darah meningkat di malam hari, menunjukkan bahwa jantung bekerja lebih keras. Ini mengharuskan Anda mengistirahatkannya.

Menambah Berat Badan

Tidur nyenyak sangat penting. Salah satu hal yang muncul ketika kita kurang tidur adalah bertambahnya berat badan. Sebuah studi yang dilakukan tahun 2015 di Weill Cornell Medical College, New York, menyatakan, kita harus memperhatikan waktu tidur.

Dengan hanya 30 menit saja tidur di malam hari, Anda bisa mengalami kenaikan berat badan dan mengalami resistensi terhadap insulin. Penelitian ini melibatkan 522 peserta dan dilakukan selama tujuh hari.

Peserta yang terlambat tidur atau begadang, 72 persen lebih rentan mengalami obesitas dibandingkan mereka yang tidur awal.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Wisata Bebek London Dilarang Melewati Sungai Thames
1 September 2017, by Zana Apriyatna
Semua orang menyukai London Duck Tours – tapi sayangnya mereka akan menghilang dari Sungai Thames di masa mendatang. London Duck Tours adalah ...
Penggunaan Doping pada Olahraga Profesional Jauh Lebih Banyak dari yang Terdeteksi
4 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Sebuah studi ilmiah baru telah menemukan bahwa kenyataannya penggunaan doping pada olahraga profesional jauh lebih banyak terjadi dibandingkan hasil resmi tes ...
Perusahaan Ini Bayarin Karyawannya Untuk Liburan
9 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Melakukan rutinitas yang sama tiap minggunya pastinya akan berasa jenuh dan membosankan. Banyak orang memilih untuk berlibur ke tempat yang ...
Ini Beberapa Kegiatan Seru yang Dapat Kamu Lakukan Ketika Berlibur ke Afrika
22 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Akhir tahun biasanya menjadi salah satu waktu dimana kita berlibur. Jika kamu sedang bingung mencari tempat untuk dikunjungi, namun juga ...
Golongan Darah Bisa Meningkatkan Risiko Kematian Setelah Cedera Parah
3 Mei 2018, by Slesta
Orang dengan golongan darah paling umum, tipe O, mungkin berisiko lebih tinggi mengalami kematian setelah menderita luka parah karena mereka lebih mungkin ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab