Tutup Iklan
hijab
  
login Register
sering begadang

Ini 3 Dampak Buruk Dari Seringnya Begadang, Salah Satunya Menurunkan Fungsi Seksual

28 Februari 2018 | Dibaca : 336x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Ketika pekerjaan menumpuk dan tak dapat diselesaikan pada siang hari, terkadang pekerjaan itu terpaksa dilakukan di malam hari, bahkan hingga begadang.

Begadang sebenarnya tak menjadi masalah ketika dilakukan sekali-sekali. Namun, apabila dilakukan secara terus-menerus, tentunya dapat berbahaya bagi kita.

Selain dapat menyebabkan "mata panda", begadang mampu mengubah suasana hati, dan menyebabkan terlambat bangun dan bekerja.

Tak hanya itu, begadang juga berdampak pada kinerja tubuh. Dikutip dari laman Step to Health, Rabu (28/2/2018), berikut beberapa dampak yang terjadi pada tubuh ketika begadang.

Turunnya Fungsi Seksual

Journal of Sexual Medicine menemukan, durasi tidur menentukan hasrat untuk berhubungan seks pada wanita. Dalam studi tersebut, dengan hanya tidur selama satu jam, peserta akan mengalami kenaikan hasrat hingga 14 persen.

Studi tersebut juga menemukan, wanita yang menghabiskan cukup waktu di tempat tidur, akan merasa lebih baik saat berhubungan seks. Selain itu, perubahan hormonal yang merupakan akibat kurang tidur, mampu menganggu fungsi seksual tubuh Anda.

Naiknya Tekanan Darah

Tekanan darah bisa meningkat apabila Anda begadang. Menurut beberapa peneliti, tekanan darah yang diambil pada malam hari, memiliki indikator risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi dibanding siang hari.

Apabila tekanan darah meningkat di malam hari, menunjukkan bahwa jantung bekerja lebih keras. Ini mengharuskan Anda mengistirahatkannya.

Menambah Berat Badan

Tidur nyenyak sangat penting. Salah satu hal yang muncul ketika kita kurang tidur adalah bertambahnya berat badan. Sebuah studi yang dilakukan tahun 2015 di Weill Cornell Medical College, New York, menyatakan, kita harus memperhatikan waktu tidur.

Dengan hanya 30 menit saja tidur di malam hari, Anda bisa mengalami kenaikan berat badan dan mengalami resistensi terhadap insulin. Penelitian ini melibatkan 522 peserta dan dilakukan selama tujuh hari.

Peserta yang terlambat tidur atau begadang, 72 persen lebih rentan mengalami obesitas dibandingkan mereka yang tidur awal.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

OK OCE Academy Targetkan Kurangi Pengangguran di DKI Jakarta
17 Mei 2017, by herline
Sudah tau prograam OK OCE kan? OK OCE adalah singkatan dari One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship, yaitu salah satu program andalan dari Gurbernur dan ...
Mantan Istri Berikan Nasihat untuk Cewek yang Nekat Dekati Andika Kangen Band
15 Januari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Andika Kangen Band memang terkenal suka berganti-ganti pasangan. Ia sudah beberapa kali gagal menikah namun tetap saja banyak wanita yang rela ...
Berikut Ini Kebiasaan yang Harus Anda Hindari agar Terhindar dari Perut Buncit
24 Juli 2018, by oteli w
Berikut Ini Kebiasaan Yang Harus Anda Hindari Agar Terhindar Dari Perut Buncit Penyebab perut buncit sangat banyak. Penyebab-penyebab tersebut terkadang ...
Kewajiban Ibadah Haji “ Lempar Jamrah “ Dilarang oleh Pemerintah Saudi
16 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com -Lempar Jamrah adalah salah satu kegiatan yang wajib dilakukan oleh semua jamaah haji, yang membedakan antara ibadah umrah dan haji kegiatan ini ...
Kenali Tanda ini Kalau Anda tidak bisa Memuaskan Pasangan Anda dalam Bercinta
13 Januari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Bicara kepuasan dalam berhubungan intim, sebagian pria seringkali merasa percaya diri terlalu berlebihan soal seks. Tak sedikit pula pria yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab