Tutup Iklan
ObatDiabetes
  
login Register
Coklat dapat Meningkatkan Kinerja Otak?

Coklat dapat Meningkatkan Kinerja Otak?

16 Juli 2017 | Dibaca : 218x | Penulis : Rachmiamy

Banyak pandangan umum yang bilang kalau coklat berdampak buruk bagi kesehatan maupun penampilan, entah itu dapat menyebabkan gigi berlubang ataupun dapat membuat badan kita menjadi gemuk. Padahal berdasarkan penelitian, coklat juga memiliki banyak manfaat. Salah satunya dapat meningkatkan kinerja otak. Benarkah ?

Dilansir dari tribunnews.com, dalam jurnal Frontiers in Nutrition, Valentina Socci bersama rekannya mengungkapkan bahwa mengonsumsi cokelat secara reguler berhubungan dengan peningkatan kinerja memori dan proses informasi visual.

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya cokelat dan senyawa kimia di dalamnya disebut dapat membantu kinerja otak. Dalam beberapa tahun sebelumnya, cokelat juga sempat disebut memiliki efek terapeutik. Namun, sejumlah besar klaim tentang manfaat cokelathanya dilakukan dengan sedikit percobaan yang terkontrol.

Untuk itu, Socci bersama rekannya menguji efek konsumsi senyawa flavonoid yang terkandung dalam cokelat terhadap aktivitas otak dalam jangka panjang.

Para responden diwajibkan untuk mengkonsumsi cokelat dalam jumlah rendah, menengah, atau besar dalam bentuk minuman cokelat ataucokelat batangan. Lamanya konsumsi juga berlangsung dalam jangka waktu antara lima hari hingga tiga bulan.

Setelah mengkonsumsi flavonoid dalam cokelat, Socci melihat terjadinya peningkatan kinerja memori kerja dan pemrosesan informasi visual yang lebih baik.

Bagi lansia, konsumsi flavonoid dalam jangka panjang juga meningkatkan perhatian, pengolahan mental, memori kerja, dan kelancaran verbal, terutama pada mereka yang mulai pikun.

"Hasil ini menunjukkan potensi flavonoid cokelat untuk melindungi kognisi pada populasi rentan dari waktu ke waktu dengan meningkatkan kinerja kognitif," tulis para peneliti dari University of L'Aquila di Italia ini.

Sedangkan bila Anda sehat, flavonoid dapat meningkatkan fungsi kognitif normal dan berperan melindungi kinerja kognitif.

Namun, konsumsi flavonoid paling bermanfaat bagi wanita yang menderita insomnia atau kurang tidur. Zat ini akan membantu menangkal gangguan kognitif yang terjadi setelahnya.

"Jika Anda melihat mekanisme yang mendasarinya, flavanoid cokelatmemiliki efek menguntungkan untuk kesehatan kardiovaskular dan dapat meningkatkan volume darah pada otak besar. Struktur ini sangat dipengaruhi oleh penuaan dan oleh karena itu, merupakan sumber potensial penurunan memori terkait usia pada manusia," tulis mereka.

Meski demikian, jangan lupakan efek samping bila sembarangan mengonsumsi cokelat, misalnya jumlah kalori setelah cokelat diubah menjadi cokelat susu, kadar gula, dan efek kafein.

“Ada potensi efek samping dari makan cokelat. Umumnya terkait dengan nilai kalori cokelat, beberapa senyawa kimia dari tanamancokelat seperti kafein dan theobromine, dan berbagai aditif yang kita tambahkan ke cokelat seperti gula atau susu," tambah para peneliti.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

6 Kebiasaan Buruk Merawat Kulit yang Bikin Kulit Tampak Tua
21 Desember 2017, by Retno Indriyani
Perawatan untuk mendapatkan kulit idaman sangat perlu dilakukan setiap hari. Banyak wanita yang ingin tampak awet muda walaupun usianya sudah memasuki kepala ...
al azhar egypt
16 Mei 2017, by Tonton Taufik
  - Pendaftaran Online Seleksi: 13-21 MEI 2017 - Penyerahan Berkas Seleksi : 22-24 MEI 2017 - Seleksi Nasional : 25 MEI 2017 - Pemberkasan : ...
Jalur Puncak Akan ditutup Selama 12 Jam di Malam Tahun Baru
28 Desember 2017, by Retno Indriyani
Jalur puncak, Bogor, yang memang terkenal rawan macet saat liburan harus mendapatkan pengamanan ketat. Para petugas yang mengatur lalu lintas di jalur puncak ...
6 Kebiasaan Ini Dapat Buat Kamu Lebih Bahagia
28 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sebenarnya, banyak hal yang dapat buat kita merasa bahagia, bahkan hal kecil pun terkadang buat kita bahagia. Dilansir dari laman ...
Anak-Anak Butuh Cukup Vitamin D Agar Terhindar dari Diabetes
29 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Mendapatkan cukup vitamin D selama masa kanak-kanak dikaitkan dengan penurunan risiko autoimun yang berkaitan dengan diabetes tipe 1. Islet autoimmunity, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
CreamPemutih Kanan