Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Benarkah Menjadi Seorang Narsistik Tanda Tak Bahagia dengan Diri Sendiri?

Benarkah Menjadi Seorang Narsistik Tanda Tak Bahagia dengan Diri Sendiri?

4 September 2017 | Dibaca : 279x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Jika dilihat dari tampilan kulit luarnya, seorang yang Narsistik terlihat puas dengan dirinya sendiri. Namun, ternyata hal sebaliknya justru yang bterjadi didalam.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa seorang yang memiliki sifat Narsis mengalami penderitaan emosional ketika melihat fotonya sendiri.

Hasil ini terungkap oleh tim peneliti dari University of Graz di Austria. Untuk mendapatkan hasil ini, mereka mensurvei 600 orang untuk menemukan orang-orang dengan narsisisme tingkat rendah maupun tinggi.

Untuk mengetahuinya, para peneliti meminta para responden menanggapi sejumlah pertanyaan pada Tes Kepribadian Narsistik (NPI). Di dalamnya, terdapat pernyataan seperti “Saya pikir saya adalah orang istimewa" dan "Saya tidak lebih baik atau lebih buruk daripada kebanyakan orang".

Dari jumlah itu, tersaring 43 orang, 21 orang termasuk kategori narsisisme tinggi dan sisanya berada dalam taraf narsisisme rendah.

Para peserta lalu diminta mengamati foto mereka sendiri, teman-teman dekat mereka, dan orang asing selagi para peneliti memindai aktivitas otak yang sedang terjadi dengan Pencitraan Resonansi Magnetik (MRI).

Hasilnya? Terjadi peningkatan aktivitas otak di sisi atas dan bawah anterior cingulate cortex (ACC) yang terkait dengan pengolahan materi negatif diri ketika seorang pria dengan narsisisme tinggi melihat fotonya sendiri.

Menurut para peneliti, hasil ini menunjukkan bahwa narsisis sebenarnya sedang bergulat dengan penilaian negatif terhadap diri mereka sendiri di tingkat bawah sadar.

"Ini menunjukkan ambiguitas atau konflik citra diri orang narsistik. Fenomena ini sebenarnya sangat terkenal di antara terapis, tetapi mungkin kurang diketahui oleh umum," kata Emanuel Jauk kepada PsyPost.

Dilansir dari Science Alert, penelitian Jauk dan koleganya masih memiliki berbagai keterbatasan, termasuk jumlah sampel yang kecil, dan hubungan narsisisme dengan aktivitas otak yang tidak ditemukan pada responden wanita.

Untuk itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan yang dipublikasi dalam jurnal Scientific Report tersebut.

"Kami berpikir bahwa penelitian kami dapat membantu meningkatkan kesadaran bahwa narsisis tidak sekadar orang yang 'jahat' saja, tetapi narsisisme itu adalah cara untuk mengekspresikan konflik dengan keyakinan dan perasaan yang terkait dengan diri sendiri," kata Jauk.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

10 Bahan Alami Ini Dapat Atasi Batuk Kering yang Menyerang
30 Januari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pada musim yang tidak menentu ini, beberapa penyakit mudah sekali untuk menyerang. Salah satunya adalah batuk. Batuk sendiri memiliki dua jenis, ...
aku bukan
30 Juni 2017, by Dony Prattiwa
Nu'man bin Tsabit yang dikenal dengan sebutan Abu Hanifah, atau populer disebut IMAM HANAFI, pernah berpapasan dengan anak kecil yang berjalan mengenakan ...
ilaria dzulfikar
25 April 2017, by Tonton Taufik
Seorang warga negara asing dari Italia, jauh-jauh telah datang ke Indonesia, untuk bertemu dan menikah dengan Dzulfikar di Batang, Jawa Tengah. Ilaria nama ...
Johann Zarco Meraih Pole Position Keduanya di Tahun Pertamanya Membalap di Arena MotoGP
15 Oktober 2017, by Rachmiamy
Pembalap Yamaha Tech 3 Johann Zarco kembali membuat kejutan pada babak kualifikasi MotoGP Jepang 2017. Pembalap asal Prancis tersebut berhasil menempati pole ...
Wow! Air Cucian Beras Berguna untuk Cerahkan Wajah
11 Agustus 2017, by Risa Suadiani
Zaman sekarang berbagai cara digunakan oleh wanita untuk mendapatkan kulit cerah mempesona. Berbagai produk kecantikan berbahan kimia pun hadir untuk memenuhi ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab