Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Benarkah Menjadi Seorang Narsistik Tanda Tak Bahagia dengan Diri Sendiri?

Benarkah Menjadi Seorang Narsistik Tanda Tak Bahagia dengan Diri Sendiri?

4 September 2017 | Dibaca : 304x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Jika dilihat dari tampilan kulit luarnya, seorang yang Narsistik terlihat puas dengan dirinya sendiri. Namun, ternyata hal sebaliknya justru yang bterjadi didalam.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa seorang yang memiliki sifat Narsis mengalami penderitaan emosional ketika melihat fotonya sendiri.

Hasil ini terungkap oleh tim peneliti dari University of Graz di Austria. Untuk mendapatkan hasil ini, mereka mensurvei 600 orang untuk menemukan orang-orang dengan narsisisme tingkat rendah maupun tinggi.

Untuk mengetahuinya, para peneliti meminta para responden menanggapi sejumlah pertanyaan pada Tes Kepribadian Narsistik (NPI). Di dalamnya, terdapat pernyataan seperti “Saya pikir saya adalah orang istimewa" dan "Saya tidak lebih baik atau lebih buruk daripada kebanyakan orang".

Dari jumlah itu, tersaring 43 orang, 21 orang termasuk kategori narsisisme tinggi dan sisanya berada dalam taraf narsisisme rendah.

Para peserta lalu diminta mengamati foto mereka sendiri, teman-teman dekat mereka, dan orang asing selagi para peneliti memindai aktivitas otak yang sedang terjadi dengan Pencitraan Resonansi Magnetik (MRI).

Hasilnya? Terjadi peningkatan aktivitas otak di sisi atas dan bawah anterior cingulate cortex (ACC) yang terkait dengan pengolahan materi negatif diri ketika seorang pria dengan narsisisme tinggi melihat fotonya sendiri.

Menurut para peneliti, hasil ini menunjukkan bahwa narsisis sebenarnya sedang bergulat dengan penilaian negatif terhadap diri mereka sendiri di tingkat bawah sadar.

"Ini menunjukkan ambiguitas atau konflik citra diri orang narsistik. Fenomena ini sebenarnya sangat terkenal di antara terapis, tetapi mungkin kurang diketahui oleh umum," kata Emanuel Jauk kepada PsyPost.

Dilansir dari Science Alert, penelitian Jauk dan koleganya masih memiliki berbagai keterbatasan, termasuk jumlah sampel yang kecil, dan hubungan narsisisme dengan aktivitas otak yang tidak ditemukan pada responden wanita.

Untuk itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan yang dipublikasi dalam jurnal Scientific Report tersebut.

"Kami berpikir bahwa penelitian kami dapat membantu meningkatkan kesadaran bahwa narsisis tidak sekadar orang yang 'jahat' saja, tetapi narsisisme itu adalah cara untuk mengekspresikan konflik dengan keyakinan dan perasaan yang terkait dengan diri sendiri," kata Jauk.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Identidas Teduga Pelaku Bom Pasuruan, Berhasil Diungkap Polisi
5 Juli 2018, by oteli w
Identidas Teduga Pelaku Bom Pasuruan, Berhasil Diungkap Polisi Sebelumnya dikabarkan bahwa KTP terduga pelaku bom Pasuruan ditemukan di tempat kejadian. ...
Film 5 Cowok Jagoan Bikin Nirina Zubir Bentuk Perut Six-Pack
10 November 2017, by Admin
Dua Bulan Bentuk Six-Pack    JAKARTA – Nirina Zubir sudah sering bermain film komedi. Namun, untuk filmnya kali ini, 5 Cowok Jagoan, dia ...
BPJS Tombok Dana Kesehatan sampai 9 Triliun
28 November 2017, by Admin
Tampang.com – Defisit yang ditanggung BPJS Kesehatan secara nasional terus membengkak dari tahun ke tahun. Pada 2014 atau tahun pertama berdiri, mesti ...
Usai Teror Mesir, Imam Masjid Ingin Kembali Lanjutkan Khotbah
30 November 2017, by Rindang Riyanti
Imam masjid Al-Rawdah di Sinai Utara, Mesir, Mohammed Abdel Fattah (26), sedang berkhotbah saat teror terjadi pada Jumat (24/11). Serangan brutal itu hingga ...
Sudah Begitu Lugukah Budi Gunawan yang Buat Kesepakatan Kotor Tertulis Dengan Lucas Enembe?
20 September 2017, by Gatot Swandito
Pada 14 September 2017, sejumlah akun me-retwit kicauan akun @ranabaja yang dimiliki oleh Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik. "Bila berita ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab