Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Bagaimana Tidur Mampu Memperbaiki Memori dan Gangguan Belajar?

Bagaimana Tidur Mampu Memperbaiki Memori dan Gangguan Belajar?

5 Oktober 2017 | Dibaca : 874x | Penulis : Rio Nur Arifin

Sebuah penelitian telah memberi pengetahuan baru tentang bagaimana tidur memberi kontribusi pada plastisitas otak (kemampuan otak kita untuk mengubah dan menata ulang dirinya sendiri) dan dapat membuka jalan bagi cara baru untuk membantu orang-orang dengan gangguan belajar dan memori.

Periset di Universitas Humboldt dan Charité di Berlin, yang dipimpin oleh Dr Julie Seibt dari Universitas Surrey, menggunakan teknik terdepan untuk merekam aktivitas di wilayah sel otak tertentu yang bertanggung jawab untuk memegang informasi baru (dendrit).

Penelitian yang dipublikasikan di Nature Communications, menemukan bahwa aktivitas di dendrit meningkat saat kita tidur, dan kenaikan ini terkait dengan gelombang otak tertentu yang dipandang sebagai kunci bagaimana kita membentuk kenangan.

Dr Julie Seibt, Dosen Sleep and Plasticity di Universitas Surrey dan penulis utama studi tersebut, mengatakan: "Otak kita adalah organ yang menakjubkan, mereka memiliki kemampuan untuk berubah dan beradaptasi berdasarkan pengalaman kita. Jelas bahwa tidur memainkan peran penting dalam perubahan adaptif ini. Studi kami mengatakan bahwa sebagian besar perubahan ini dapat terjadi selama gelombang otak yang sangat singkat dan berulang yang disebut spindles.

"Gelombang tidur telah dikaitkan dengan pembentukan memori pada manusia untuk beberapa lama tapi tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan di otak. Kini kita tahu bahwa selama spindle, jalur spesifik diaktifkan pada dendrit, mungkin membiarkan ingatan kita diperkuat saat tidur. .

"Dalam waktu dekat, teknik yang memungkinkan stimulasi otak, seperti stimuli magnetik transkranial (TMS), dapat digunakan untuk merangsang dendrit dengan rentang frekuensi yang sama dengan spindle. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan fungsi kognitif pada pasien dengan gangguan belajar dan memori, seperti demensia. "

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

KPK Sita Uang Tunai 1 Milyar Dalam OTT Walkot Cilegon
24 September 2017, by Risa Suadiani
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 10 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu dini hari kemarin, termasuk diantaranya wali kota ...
Kasus Kaesang Masih didalami, Polisi : Senin Ada Keputusan Lanjut atau Tidaknya
8 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kaesang Pangarep, putra orang nomor 1 di Indonesia Presiden Joko Widodo , belum lama ini dilaporkan oleh seseorang terkait vlog nya di Youtube. ...
Objek Wisata Keren di Pulau Rote
9 Januari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Pulau Rote terletak di bagian paling selatan Indonesia, tepatnya masuk Nusa Tenggara Timur. Pulau ini akan lebih mudah dijangkau dari Kota Kupang ...
MOBA Mobile Tengah Populer, GameSir Kenalkan Gamepad Khusus
29 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sepertinya tak hanya di Indonesia game bergenre MOBA populer. Beberapa game MOBA seperti Vainglory, Arena of Valor, dan juga Mobile Legends ...
Nge-Vape Mengawali Para Remaja Untuk Merokok Sungguhan Sebanyak 2 Kali Lipat
3 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Studi dari University of Waterloo dan Wake Forest School of Medicine menemukan bahwa siswa di kelas 7 sampai 12 yang telah mencoba rokok elektronik akan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab