Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Apakah Urutan Viewers Instagram Story Berhubungan dengan Stalkers?

Apakah Urutan Viewers Instagram Story Berhubungan dengan Stalkers?

21 Agustus 2017 | Dibaca : 85333x | Penulis : Rindang Riyanti

Sejak Instagram meluncurkan Stories pada bulan Agustus 2016, perusahaan milik Facebook telah semakin meningkat popularitasnya. Pada awal 2017, pengguna Instagram menyalip Snapchat.

Sebagian besar platform sosial dibangun di atas algoritme eksklusif yang tidak 100 persen transparan bagi pengguna (belum lagi pengiklan). Pertimbangkan keseluruhan praktik "search engine optimization" (SEO) misalnya, yang intinya melibatkan algoritma misterius Google architecting untuk mendapatkan peringkat pencarian organik yang lebih tinggi.

Pada Instagram, salah satu hal yang membuat penasaran adalah urutan viewers Instagram story.

Daftar viewers tidak kronologis, namun tampaknya juga tidak berakar pada data "aktivitas" -yaitu interaksi publik seperti like dan comment. Hal ini menyebabkan beberapa pengguna melakukan tes mereka sendiri untuk menentukan faktor lain yang mungkin berpengaruh.

Dalam sebuah thread Reddi, beberapa pengguna telah mengemukakan hipotesis bahwa viewers peringkat teratas mereka, merupakan orang-orang yang paling sering melihat profil dan foto mereka. Dengan kata lain, stalker akan menempati posisi tertinggi dalam urutan viewers Instagram story.

Untuk menguji teori tersebut, pengguna Reddit membuat akun dummy dan sering melakukan kunjungan ke akun lainnya tanpa menyukai atau mengomentari sesuatu. Penguji mengklaim bahwa percobaan ini menaikan rangking urutan viewers story, sehingga mengonfirmasikan teori bahwa urutan viewers story berhubungan dengan stalkers.

Kemungkinan besar Instagram memiliki beberapa faktor dalam peringkat, termasuk aktivitas publik, perpesanan, interaksi dalam story dan, seberapa banyak melihat profil juga. Paige Thelen tim komunikasi teknologi Instagram mengatakan:

"Serupa dengan feed, story ditampilkan berdasarkan urutan mana yang paling Anda sukai. Urutannya ditentukan berdasarkan sejumlah faktor, termasuk: 1) kemungkinan Anda tertarik pada konten; 2) ketepatan waktu posting; dan 3) hubungan Anda dengan orang yang posting. Teknologi ini didukung oleh machine learning, yang disesuaikan dengan perilaku Anda dan akan meningkat seiring berjalannya waktu."

Terlepas dari bagaimana algoritma bekerja, platform seperti Instagram akan mengoptimalkan interfaces dan fitur mereka yang akan membuat penggunanya akan mengecek dan menggunakannya lagi dan lagi.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Rossi Harus Kerja Lebih Keras, Klasemen Sementara masih di Urutan Tujuh
23 April 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Pembalap Movistar Yamaha asal Italia, Valentino Rossi harus bekerja lebih keras lagi dalam balapan MotoGP yang akan digelar selanjutnya di ...
Bawang Putih Asal China Banjiri Pasar Induk Kramat Jati Jakarta
17 Mei 2017, by Devi
Hari ini Kamis 17/5/ 17 Menteri pertanian Amran Sulaiman beserta dengan kementrian perdagangan berada di pasar Kramat jati Jakarta untuk menyambut kedatangan ...
Heboh, Tas "Indomie Goreng" Nindy Ditiru Banyak Orang
30 Oktober 2017, by Rachmiamy
Beberapa waktu yang lalu penyanyi cantik Nindy sempat membuat heboh netizen dengan kostum piyama yang digunakannya ke acara ulang tahun Amora, putri cantik ...
Lantaran Sakit Hati, Pemilik Toko di Jepang Ini Patok Harga Mahal untuk Turis Tiongkok
14 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sebuah toko penyewaan peralatan di pantai Miyakojima di Okinawa, Jepang mematok harga yang sangat mahal khusus bagi turis asal Tiongkok. Tak ...
Apa Sebenarnya Motif Penembak Massal Las Vegas?
9 Oktober 2017, by Slesta
Tampang.com – Las Vegas telah di gegerkan oleh aksi penembakan massal yang dilakukan oleh sorang pria pensiunan akuntan bernama Stephen Paddock. Ia ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman