Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
128 Negera yang Tak Akui Status Yerusalem, Trump Anggap Sebagai Musuh AS

128 Negera yang Tak Akui Status Yerusalem, Trump Anggap Sebagai Musuh AS

1 Februari 2018 | Dibaca : 235x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Seperti diketahui beberapa waktu lalu tepatnya pada 6 Desember 2017 keputusan Donald Trump menggegerkan dunia dengan memindahkan kedutaan Amerika Serikat ke Yerusalem yang berarti Yerusalem diakui sebagai ibu kota Israel.  Sedangkan Yerusalem telah menjadi sengketa yang tak kunjung selesai hingga hari ini antara Israel dan Palestina.

Menanggapi keputusan sepihak Amerika inilah memicu berbagai bentuk respon dan kecaman dari berbagai negara di dunia termasuk Indonesia yakni banyak negara tidak mengakui Yerusalem sebagai miliki Israel. Sehingga ketika diadakan kongres PBB, sebanyak 128 negara anggota PBB tidak mengakui status Yerusalem tersebut.

Baru-baru ini pidato Donald Trump AS tersebut lagi-lagi membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Betapa tidak, dalam pidato pertamanya di depan Kongres, Trump menegaskan bahwa negara yang menentang status Yerusalem sebagai ibu Kota Israel dianggapnya sebagai musuh Amerika Serikat. Karena dianggap telah mengabaikan hak kedaulatan Amerika dalam mengambil keputusan di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Dari 128 negara tersebut Indonesia termasuk di dalamnya.

Tidak hanya itu saja, Trump juga menyinggung bantuan yang diberikan oleh AS kepada negara-negara terkait, dimana karena hal ini Trum mengancam dengan hanya memberi bantuan kepada negara-negara yang berpihak pada Amerika saja.

"Pembayar pajak AS dengan murah hati memberi bantuan miliaran dolar ke negara-negara tersebut setiap tahun. Oleh karena itu, malam ini, saya meminta Kongres untuk mengeluarkan undang-undang yang memastikan bahwa bantuan itu hanya diberikan kepada negara yang melayani kepentingan Amerika dan negara-negara yang menjadi kawan Amerika, bukan negara musuh Amerika," kata Trump dikutip dari laman Aljazeera, Kamis (1/2).

Meskipun demikian, juru bicara Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat enggan memberikan penjelasan mengenai maksud pidato Trump tersebut. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

5 Makanan Khas  Korea Selatan  yang Sering Muncul dalam Drama Korea
1 Juli 2017, by Rachmiamy
Bagi penggemar drama Korea, pasti tau banyak adegan dalam drama korea yang memperlihatkan tokoh utama yang suka sekali makan,makanannya terlihat enak dan ...
Seorang Pria Berstatus Mahasiswa Lakukan Penyerangan di Gereja Santa Lidwina Yogyakarta, 4 Orang Terluka
12 Februari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang mana kemajemukan sangat tinggi. Kemajemukan ini pun terdiri dari berbagai aspek seperti letak geografis, ...
Belajar Matematika Menyenangkan
13 April 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Matematika adalah pelajaran pokok yang pasti ada di setiap jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak (TK), SD, SMP, SMA, hingga perguruan ...
Tips Menikmati Hidup...
15 Oktober 2017, by Dika Mustika
Setiap hari adalah waktu untuk menikmati sesuatu. Tapi sayang jika kita hanya menikmati sesuatu, karena itu artinya ada bagian dari episode hari yang kita ...
Yayuk Basuki Dukung Rildo Ananda jadi Ketum PB Pelti
17 November 2017, by Admin
Tampang.com -  PP Pelti  akan menggelaar Musyawarah Nasional (Munas) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 24-26 Nopember 2017. Salah satu calon kuat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman