Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
128 Negera yang Tak Akui Status Yerusalem, Trump Anggap Sebagai Musuh AS

128 Negera yang Tak Akui Status Yerusalem, Trump Anggap Sebagai Musuh AS

1 Februari 2018 | Dibaca : 204x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Seperti diketahui beberapa waktu lalu tepatnya pada 6 Desember 2017 keputusan Donald Trump menggegerkan dunia dengan memindahkan kedutaan Amerika Serikat ke Yerusalem yang berarti Yerusalem diakui sebagai ibu kota Israel.  Sedangkan Yerusalem telah menjadi sengketa yang tak kunjung selesai hingga hari ini antara Israel dan Palestina.

Menanggapi keputusan sepihak Amerika inilah memicu berbagai bentuk respon dan kecaman dari berbagai negara di dunia termasuk Indonesia yakni banyak negara tidak mengakui Yerusalem sebagai miliki Israel. Sehingga ketika diadakan kongres PBB, sebanyak 128 negara anggota PBB tidak mengakui status Yerusalem tersebut.

Baru-baru ini pidato Donald Trump AS tersebut lagi-lagi membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Betapa tidak, dalam pidato pertamanya di depan Kongres, Trump menegaskan bahwa negara yang menentang status Yerusalem sebagai ibu Kota Israel dianggapnya sebagai musuh Amerika Serikat. Karena dianggap telah mengabaikan hak kedaulatan Amerika dalam mengambil keputusan di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Dari 128 negara tersebut Indonesia termasuk di dalamnya.

Tidak hanya itu saja, Trump juga menyinggung bantuan yang diberikan oleh AS kepada negara-negara terkait, dimana karena hal ini Trum mengancam dengan hanya memberi bantuan kepada negara-negara yang berpihak pada Amerika saja.

"Pembayar pajak AS dengan murah hati memberi bantuan miliaran dolar ke negara-negara tersebut setiap tahun. Oleh karena itu, malam ini, saya meminta Kongres untuk mengeluarkan undang-undang yang memastikan bahwa bantuan itu hanya diberikan kepada negara yang melayani kepentingan Amerika dan negara-negara yang menjadi kawan Amerika, bukan negara musuh Amerika," kata Trump dikutip dari laman Aljazeera, Kamis (1/2).

Meskipun demikian, juru bicara Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat enggan memberikan penjelasan mengenai maksud pidato Trump tersebut. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tersangka Pembakaran Pria Hidup Hidup Di Bekasi Telah Ditangkap, Pelaku Berjumlah 2 orang
9 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com Dilansir dari Liputan6.com, saat ini polisi telah menetapkan 2 tersangka pemabakan pria hidup – hidup di Bekasi.  Kabid Humas Polda ...
Ramai Kasus Hermansyah terkait Rizieq, Kapolda: Jangan terlalu Disimpulkan
11 Juli 2017, by Zeal
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan meminta pembacokan terhadap ahli telematika Hermansyah tidak disimpulkan terkait kesediaannya menjadi ...
Untuk Pertama Kalinya, Pendapatan Game Mobile Melampaui Konsol dan PC
14 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa mayoritas manusia di bumi ini memiliki ponsel pintar. Dengan data ini, maka tidak heran perusahaan game ...
Pemutaran Film G30SPKI Meninggalkan Kesan Tersendiri Bagi para Remaja
30 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Ya dalam satu minggu kemarin telah diputar kembali film G30S/ PKI yang memang sempat tidak boleh diputar pada tahun 2000 an. Namun pemutara ...
Satu Rumah Roboh dan Ratusan Lainnya Rusak Akibat Hujan Angin di Bojonegoro
3 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Bojonegoro dilanda hujan lebat yang disertai angin kencang terjadi. Sejumlah ruas jalan protokol banjir. Angin kencang juga membuat pohon tumbang, rumah warga ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman