“Saya sangat mengapresiasi ide Pak Luhut dan berharap kita bisa menjadi pemain penting, setidaknya menjadi juara di Asia Tenggara. Kita bisa menjadi pusat AI yang tidak hanya fokus pada pengembangan produk, tetapi juga talentanya dan infrastrukturnya,” kata Nezar saat diwawancarai di acara peluncuran platform IC4 di Jakarta.
Salah satu pertanyaan yang muncul adalah bagaimana kemampuan inovasi Indonesia jika dibandingkan dengan sistem AI internasional, termasuk OpenAI dan DeepSeek. Nezar menjelaskan bahwa kesuksesan rencana ini sangat bergantung pada talenta digital yang dimiliki Indonesia. Ia mencontohkan bagaimana DeepSeek dapat berkembang sukses berkat kreativitas dan pemahaman yang mendalam dari talenta lokal di China.
“Sudah jelas bahwa mereka mempelajari ilmu pengetahuan dari berbagai penjuru dunia, tetapi mereka mampu mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan lokal. Hal ini yang memungkinkan DeepSeek untuk menjadi lebih efisien dibandingkan dengan sistem konvensional seperti OpenAI,” terangnya.
Lebih lanjut, Luhut menyatakan bahwa AI yang sedang dikembangkan oleh Indonesia tidak hanya akan mampu berinteraksi dalam satu bahasa, tetapi juga bilingual, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kemampuan teknologi digital dalam negeri, terutama dalam konteks globalisasi yang semakin mencengkeram.
“AI ini akan dapat berbahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Hal yang terpenting adalah, dengan adanya digitalisasi yang masif ini, Indonesia akan menuju ke arah negara yang lebih efisien, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan ekonomi dan sosial,” tuturnya.
Meskipun informasi teknis tentang proyek ini belum sepenuhnya terungkap, rencana pembangunan AI yang ambisius ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun infrastruktur teknologi dan ekosistem yang mendukung inovasi digital. Jika berhasil, Indonesia bisa memperkenalkan model AI yang mampu bersaing dengan pemain global di industri teknologi, serta menawarkan solusi yang relevan dengan kebutuhan dalam negeri.