Tampang

Google Tolak Fitur Fact-Checking UE: Mengapa Raksasa Teknologi Ini Bertahan dengan Cara Mereka?

19 Jan 2025 20:28 wib. 93
0 0
Google Tolak Fitur Fact-Checking UE: Mengapa Raksasa Teknologi Ini Bertahan dengan Cara Mereka?
Sumber foto: iStock

Kent Walker, dalam suratnya, menjelaskan bahwa meskipun Google menghargai upaya Uni Eropa, mereka merasa bahwa aturan baru ini tidak efektif dan tidak cocok untuk diterapkan pada platform mereka. Walker menegaskan bahwa Google telah memiliki pendekatan yang sudah terbukti efektif dalam moderasi konten. Sebagai contoh, Google merujuk pada perbaikan yang terjadi selama siklus pemilu global pada tahun 2024. Google merasa bahwa meskipun mereka tidak menggunakan sistem fact-checking, pendekatan mereka dalam moderasi konten tetap dapat memberikan hasil yang memadai.

Google juga mencatat bahwa mereka telah menambahkan fitur pada YouTube pada tahun lalu yang memungkinkan pengguna untuk menambahkan catatan kontekstual pada video. Fitur ini dinilai dapat membantu memberikan pemahaman yang lebih jelas terhadap konten yang diunggah tanpa harus menggunakan sistem pengecekan fakta. Dengan demikian, Google merasa bahwa kebijakan yang mereka terapkan sudah cukup efektif dalam memastikan keakuratan informasi yang tersedia bagi penggunanya.

Namun, pernyataan ini tentu saja tidak langsung diterima oleh pihak Uni Eropa. Sebagai pihak yang mengatur dan mengawasi regulasi di kawasan tersebut, Komisi Eropa tetap menginginkan adanya perubahan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar, termasuk Google, dalam menghadapi tantangan disinformasi yang semakin berkembang. Komisi Eropa berharap perusahaan-perusahaan teknologi tidak hanya mengandalkan kebijakan mereka sendiri, tetapi juga berpartisipasi dalam mengurangi penyebaran informasi yang salah secara aktif.

Meski demikian, Google menegaskan bahwa mereka akan tetap fokus pada upaya memperbaiki praktik moderasi konten mereka. Mereka berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam pengembangan algoritma dan teknologi yang dapat meningkatkan keakuratan informasi di mesin pencari Google, tanpa harus menambahkan sistem pengecekan fakta yang dianggap tidak sesuai dengan filosofi perusahaan mereka.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?