Teknologi ini sudah diterapkan pada dua model terbaru BYD, yakni:
Kedua model tersebut dipasarkan mulai 270.000 yuan (Rp599 juta) dan telah dibuka pre-order dengan pengiriman mulai Mei 2025.
3. Jaringan Stasiun Pengisian Ultra-Cepat
Untuk mendukung inovasi ini, BYD berencana membangun 4.000 stasiun pengisian daya ultra-cepat di seluruh China. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan menghilangkan kecemasan pengguna EV terkait jarak tempuh dan waktu pengisian daya.
Sebagai perbandingan, Supercharger Tesla membutuhkan 15 menit untuk jarak 320 km, sementara teknologi BYD hanya perlu 5 menit untuk 400 km.
4. Dampak pada Pasar EV Global
Respon pasar terhadap inovasi ini sangat positif. Saham BYD di Hong Kong melonjak 6%, mencapai rekor tertinggi HK$408,80. Sebaliknya, saham Tesla anjlok 5,5% akibat penurunan penjualan dan berbagai kontroversi.
Di China, Tesla juga mengalami tekanan besar meskipun menawarkan uji coba gratis Full Self-Driving (FSD) hingga 16 April. Regulasi ketat terkait data pengguna masih menjadi kendala bagi Tesla dalam mengembangkan teknologi otonominya di negara tersebut.