DeepSeek menjadi perbincangan hangat di dunia teknologi sejak awal tahun ini. Model AI DeepSeek R1 disebut memiliki efisiensi tinggi meskipun menggunakan spesifikasi lebih rendah dibanding pesaingnya seperti ChatGPT dari OpenAI atau Gemini dari Google.
Namun, meskipun DeepSeek mendapat pujian karena performanya, banyak pihak menyoroti risiko keamanannya, terutama terkait bagaimana data pengguna disimpan dan dikelola.
Pelarangan DeepSeek di AS dan negara-negara lain menunjukkan bahwa persaingan AI kini bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga geopolitik dan keamanan data. AS tampaknya ingin mencegah dominasi China di bidang AI, sementara negara-negara lain masih mempertimbangkan bagaimana menyeimbangkan inovasi teknologi dengan perlindungan privasi.
Akankah DeepSeek mampu bertahan dari gelombang larangan ini, atau justru semakin berkembang sebagai pesaing serius ChatGPT? Kita tunggu perkembangannya!