Salah satu momen yang paling menonjol di album ini adalah hadirnya lagu Berita Buruk, di mana untuk pertama kalinya Ildo tampil sebagai vokalis utama. Hal ini menjadi warna baru bagi Perunggu, sekaligus bukti keberanian mereka untuk terus bereksperimen. Meski demikian, ciri khas Perunggu tetap terjaga: semangat live band yang mentah, energik, dan dibayangkan selalu bisa meledak lebih kuat ketika dibawakan langsung di panggung.
Dalam proses kreatifnya, ketiganya sempat dihinggapi rasa terbebani oleh bayang-bayang keberhasilan Memorandum. "Awal-awal sempat kebebanan, takut terjebak ekspektasi. Tapi akhirnya ketemu rasa nothing to lose, nge-band ya buat happy aja," ujar Maul. Pernyataan itu sejalan dengan tema besar album ini yang berfokus pada perjalanan hidup sejak terbentuknya Perunggu: tentang hubungan dengan pasangan, pencarian makna diri, sampai kelelahan mental yang akrab dirasakan generasi sekarang akibat derasnya arus informasi digital.
Adam menambahkan, "Dalam Dinamika itu mencakup semua fase hidup sejak Perunggu berdiri. Kami lebih punya bekal, lebih familier dengan cara kerja industri musik, dan sampai titik ini banyak hal yang membuat kami semakin yakin untuk jalan terus." Album ini, bagi Perunggu, bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan refleksi akan tumbuh kembang mereka sebagai musisi sekaligus individu.