Jakarta — Industri perfilman Indonesia kembali diguncang dengan hadirnya sebuah film horor-thriller psikologis yang berani mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan banyak orang: jeratan hutang dan praktik riba. Film berjudul Riba: Teror dari Hutang ini langsung mencuri perhatian publik karena memadukan realitas sosial yang pahit dengan elemen teror supranatural yang mencekam.
Film ini bukan sekadar hiburan tetapi juga kritik sosial yang menggugah, memperlihatkan bagaimana tekanan finansial bisa berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui secara psikologis maupun fisik. Dengan pendekatan visual gelap, atmosfer muram, dan narasi yang intens, Riba: Teror dari Hutang diprediksi menjadi salah satu film paling diperbincangkan tahun ini.
SINOPSIS: Ketika Hutang Berubah Menjadi Mahluk yang Menghisap Nyawa
Riba: Teror dari Hutang mengikuti kisah Arman, seorang pegawai toko elektronik yang hidup sederhana bersama istrinya, Laras, dan anak mereka yang masih kecil. Kehidupan keluarga ini mulai berubah ketika Arman terjerat masalah keuangan akibat kehilangan pekerjaan. Putus asa dan tanpa pilihan lain, ia memutuskan meminjam uang dari sebuah lembaga pinjaman ilegal yang terkenal cepat dan “tanpa ribet.”
Namun, pinjaman itu datang dengan bunga sangat tinggi dan konsekuensinya jauh lebih gelap daripada sekadar tekanan ekonomi.
Awal Teror: Dari Rasa Bersalah ke Sosok Misterius
Beberapa hari setelah menandatangani kontrak, Arman mulai mendengar suara-suara aneh di rumahnya. Bisikan yang seolah menyebut jumlah hutangnya, langkah kaki di ruang tamu pada malam hari, dan bayangan hitam yang bergerak cepat di sudut ruangan.