Bahaya pinjaman ilegal yang menjerat banyak keluarga.
Tekanan sosial yang membuat orang mengambil keputusan berisiko.
Riba sebagai siklus yang mencekik, merusak mental, bahkan menghancurkan rumah tangga.
Stigma sosial yang membuat orang malu meminta bantuan hingga terjerumus ke tempat yang salah.
Sutradara menggunakan pendekatan horor untuk menggambarkan betapa “menghantuinya” konsekuensi hutang, serta bagaimana tekanan psikologis bisa berdampak seperti gangguan supranatural dalam kehidupan nyata. Terornya terasa relevan karena banyak orang pernah merasakan stres serupa—meski tidak dalam bentuk makhluk menakutkan seperti di film ini.
Penggarapan Visual: Atmosfer Gelap yang Melekat Seperti Kutukan
Film ini memadukan:
-
pencahayaan minimalis,
-
efek suara bergemuruh,
-
simbol angka-angka hutang,
-
dan visual makhluk yang memadukan konsep iblis klasik dengan estetika modern.
Suasana rumah yang semula hangat berubah menjadi ruang penuh bayangan yang menekan mewakili perubahan psikologis keluarga akibat tekanan finansial.
Teror yang Terasa Dekat, Menohok, dan Menggugah
Riba: Teror dari Hutang adalah film horor yang menakutkan bukan karena hantu semata, tetapi karena ia menggambarkan ketakutan yang nyata di masyarakat. Teror hutang, tekanan ekonomi, dan sistem yang memeras menjadi dasar narasi yang kuat dan relevan.
Bagi penonton, film ini bukan hanya membuat jantung berdegup lebih cepat, tetapi juga mengajak merenung tentang keputusan-keputusan finansial yang sering kali membuat seseorang merasa terjebak tanpa jalan keluar.