Selanjutnya, periode epik dan purana (500 SM - 500 M) menyaksikan penyusunan teks-teks epik seperti Ramayana dan Mahabharata. Ramayana menceritakan kisah Rama, sementara Mahabharata mencakup kisah besar keluarga Bharata dan Bhagavad Gita, yang merupakan dialog filosofis antara Krishna dan Arjuna. Pada periode ini juga disusun purana, teks-teks yang menceritakan mitologi dan sejarah dewa-dewi Hindu.
Agama Hindu terus berkembang dengan munculnya berbagai aliran dan sekte. Salah satu aliran utama adalah Shaivisme, yang memuja dewa Shiva sebagai dewa tertinggi. Selain itu, ada juga Vaishnavisme yang memuja dewa Vishnu dan Shaktisme yang memuja dewi Shakti. Masing-masing aliran memiliki tradisi, ritus, dan teologi yang unik.
Penyebaran Agama Hindu
Agama Hindu tidak hanya berkembang di India, tetapi juga menyebar ke berbagai belahan dunia. Pada abad pertama Masehi, agama Hindu menyebar ke Asia Tenggara melalui perdagangan dan kolonisasi. Negara-negara seperti Indonesia, Kamboja, Thailand, dan Vietnam mengalami pengaruh besar dari agama Hindu, yang tercermin dalam seni, arsitektur, dan budaya mereka.
Di Indonesia, agama Hindu memiliki pengaruh yang kuat, terutama di Bali. Bali menjadi pusat utama agama Hindu di Indonesia, dengan tradisi dan ritus yang khas. Selain itu, kerajaan-kerajaan Hindu seperti Majapahit juga memainkan peran penting dalam menyebarkan agama Hindu di Nusantara.