Kejujuran: Pemimpin harus jujur dalam semua tindakannya. Kejujuran adalah salah satu karakteristik penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Gus Baha menekankan bahwa seorang pemimpin yang tidak jujur akan kehilangan kepercayaan masyarakat.
Kebijaksanaan: Seorang pemimpin harus bijaksana dalam mengambil keputusan. Kebijaksanaan ini tidak hanya didapat dari pendidikan formal, tetapi juga dari pengalaman hidup dan pemahaman mendalam terhadap ajaran Islam.
Empati: Pemimpin harus memiliki rasa empati terhadap orang yang dipimpinnya. Empati membantu pemimpin memahami kesulitan dan kebutuhan masyarakat, serta memberikan solusi yang sesuai.
Kesederhanaan: Dalam Islam, pemimpin diharapkan untuk hidup sederhana dan tidak mementingkan diri sendiri. Kesederhanaan dalam hidup akan menghindarkan pemimpin dari sifat sombong dan korupsi.
Kepemimpinan dalam Praktik
Dalam praktiknya, Gus Baha mengajarkan bahwa kepemimpinan harus dimulai dari lingkungan yang terkecil, yaitu keluarga. Seorang kepala keluarga adalah pemimpin dalam rumah tangga yang harus memberikan contoh yang baik kepada anggota keluarganya. Kepemimpinan yang baik di tingkat keluarga akan menciptakan masyarakat yang harmonis dan produktif.
Selain itu, Gus Baha juga mengajarkan pentingnya konsultasi dalam kepemimpinan. Dalam Islam, proses musyawarah dan konsultasi sangat dianjurkan. Rasulullah SAW sering melakukan musyawarah dengan para sahabat dalam mengambil keputusan penting. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang melibatkan pendapat dan masukan dari berbagai pihak.