Namun, tidak sedikit juga yang mengalami peningkatan berat badan selama bulan puasa. Hal ini sering terjadi ketika seseorang cenderung mengonsumsi makanan berlebihan saat berbuka puasa. Selain itu, makanan yang digoreng, manis, atau tinggi karbohidrat dapat meningkatkan jumlah kalori yang dikonsumsi, sehingga menyebabkan kenaikan berat badan. Jika pola makan selama Ramadhan tidak diatur dengan baik, maka bukannya berat badan yang berkurang, malah bisa bertambah.
Lain halnya jika kita melihat dari sisi metabolisme. Saat berpuasa, tubuh akan mengalami penyesuaian metabolisme. Dalam keadaan puasa, level insulin akan menurun, yang dapat meningkatkan pembakaran lemak. Selain itu, peningkatan kadar hormon pertumbuhan selama puasa juga berkontribusi terhadap proses pembakaran lemak. Itulah sebabnya, bagi beberapa orang, puasa Ramadhan dapat menjadi waktu yang baik untuk memulai program penurunan berat badan jika dilakukan dengan bijak.
Selain pengaturan pola makan, aktivitas fisik juga memainkan peranan penting dalam proses penurunan berat badan selama bulan puasa. Banyak orang berpikir bahwa berolahraga saat berpuasa akan menyebabkan kelelahan atau dehidrasi. Namun, jika dilakukan pada waktu yang tepat, misalnya setelah berbuka atau sebelum sahur, olahraga bisa sangat bermanfaat. Melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat membantu membakar kalori lebih banyak dan meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga berkontribusi pada upaya penurunan berat badan selama puasa Ramadhan.