Salah satu dampak positif dari inisiatif seperti Jaklingko adalah pengurangan jumlah kendaraan pribadi di jalan raya. Dengan memberikan kemudahan akses dan integrasi antar moda transportasi, masyarakat menjadi lebih cenderung untuk menggunakan transportasi publik sebagai pilihan utama mereka. Hal ini bukan hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga mengurangi emisi gas buang yang merugikan lingkungan. Dengan demikian, program-program seperti Jaklingko juga memberikan kontribusi nyata terhadap upaya menjaga keseimbangan lingkungan kota.
Selain itu, integrasi transportasi publik juga mempengaruhi cara masyarakat berinteraksi dan berbudaya. Dengan berbagi pengalaman dalam menggunakan transportasi publik, masyarakat Jakarta dapat merasakan pengalaman komunitas yang lebih kuat dan belajar untuk saling menghargai satu sama lain. Interaksi antarwarga yang lebih banyak terjadi selama perjalanan dengan transportasi publik juga dapat memperkaya pengalaman sosial dan budaya masyarakat.