“Xanthism sangat jarang terjadi pada ikan, termasuk hiu,” tulis tim peneliti dalam publikasi di jurnal Marine Biology. Mereka juga menegaskan bahwa penemuan ini merupakan yang pertama kali terjadi pada spesies hiu.
Fenomena ini membuat para peneliti semakin tertarik untuk mempelajari proses perubahan pigmen pada hewan laut dan dampaknya terhadap kelangsungan hidup mereka.
3. Diduga Memiliki Ciri Albinisme
Keunikan hiu ini tak hanya terletak pada warna kulitnya. Para peneliti juga menemukan bahwa hiu tersebut memiliki mata berwarna putih pucat, yang menjadi indikasi kuat adanya albinisme parsial.
Albinisme adalah kondisi genetik langka yang menyebabkan tubuh makhluk hidup kehilangan sebagian atau seluruh pigmen melanin, sehingga kulit, rambut, atau mata tampak lebih pucat atau bahkan putih. Kombinasi antara xanthism dan kemungkinan albinisme membuat hiu ini menjadi salah satu spesimen laut paling unik yang pernah ditemukan.
4. Menjadi Temuan Penting bagi Ilmu Pengetahuan
Penemuan hiu oranye ini tidak hanya menarik perhatian publik, tetapi juga menjadi catatan penting bagi penelitian kelainan pigmen pada satwa laut. Dengan adanya temuan ini, para ilmuwan memiliki peluang baru untuk mempelajari keragaman biologis hiu dan adaptasi mereka terhadap perubahan lingkungan.
Selain itu, kasus ini juga membuka wawasan baru bahwa masih banyak misteri tentang spesies laut yang belum terungkap, bahkan untuk kelompok hewan yang sudah lama dipelajari seperti hiu.