Contoh sederhana penggunaan deviasi adalah dalam mengukur kinerja seorang siswa dalam ujian matematika. Misalkan terdapat lima siswa yang mendapat nilai 70, 75, 80, 85, dan 90 dalam ujian tersebut. Untuk mencari nilai rata-rata dan deviasi dari nilai-nilai tersebut, pertama-tama kita menjumlahkan kelima nilai tersebut dan kemudian membaginya dengan jumlah siswa, sehingga nilai rata-ratanya adalah (70 + 75 + 80 + 85 + 90) / 5 = 80. Kemudian, untuk menghitung deviasinya, kita mencari selisih antara setiap nilai individu dengan nilai rata-rata, kemudian mengkuadratkannya, menjumlahkannya, dan menghitung akar kuadrat dari hasil penjumlahan tersebut.
Dalam konteks statistik, deviasi memiliki dua jenis, yaitu deviasi absolut dan deviasi relatif. Deviasi absolut mengukur seberapa jauh setiap data individu dari nilai rata-rata dalam satuan yang sama dengan data tersebut (misalnya, dalam satuan ujian matematika, meter, detik, dll.), sedangkan deviasi relatif mengukur seberapa jauh data individu dari nilai rata-rata dalam bentuk persentase.