Fungsi Kunci Dopamin dalam Tubuh
Peran dopamin tidak terbatas pada sistem motivasi saja. Zat ini terlibat dalam banyak fungsi biologis dan psikologis lainnya:
1. Pengendalian Gerakan
Dopamin memainkan peran penting dalam koordinasi gerakan halus. Kekurangan dopamin di area otak yang disebut substantia nigra adalah penyebab utama Penyakit Parkinson. Penderita Parkinson mengalami tremor, kekakuan otot, dan kesulitan memulai gerakan karena sel-sel saraf yang memproduksi dopamin di area tersebut mati. Sebaliknya, kelebihan dopamin bisa menyebabkan gerakan tak terkontrol, seperti yang terlihat pada penderita skizofrenia.
2. Keterampilan Kognitif
Dopamin juga memengaruhi fungsi kognitif tingkat tinggi, seperti konsentrasi, memori, dan pengambilan keputusan. Tingkat dopamin yang optimal diperlukan untuk mempertahankan fokus dan beralih antara tugas-tugas yang berbeda. Masalah pada sistem dopamin sering dikaitkan dengan gangguan perhatian seperti ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder). Obat-obatan untuk ADHD sering bekerja dengan meningkatkan kadar dopamin di otak untuk membantu penderita fokus.
3. Emosi dan Regulasi Suasana Hati
Selain rasa senang, dopamin juga terlibat dalam regulasi suasana hati. Perasaan bahagia, euforia, dan bahkan kecemasan sebagian dipengaruhi oleh kadar dopamin. Ketidakseimbangan dopamin telah dikaitkan dengan berbagai kondisi kesehatan mental, termasuk depresi dan kecemasan. Kadar dopamin yang rendah bisa membuat seseorang merasa kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai, sebuah gejala umum depresi.
4. Tidur dan Siklus Bangun
Dopamin juga berinteraksi dengan hormon lain untuk mengatur siklus tidur-bangun. Tingkat dopamin yang tinggi biasanya dikaitkan dengan kondisi terjaga dan waspada, sementara tingkat yang lebih rendah diperlukan untuk transisi ke mode istirahat dan tidur. Ini mengapa orang yang mengonsumsi stimulan, yang meningkatkan kadar dopamin, seringkali kesulitan tidur.