2. Panjang Maksimal Mencapai 1,6 Meter
Dilansir Animalia, salmon Atlantik dapat tumbuh hingga 1,6 meter dengan bobot mencapai 49 kilogram. Ukuran ini menjadikannya spesies terbesar di antara anggota genus Salmo.
Meski ukurannya besar, bentuk tubuh dan coraknya tidak jauh berbeda dengan spesies salmon lainnya. Salmon Atlantik memiliki tubuh memanjang dengan warna dasar perak dan corak totol merah atau biru di bagian tubuh atas. Beberapa individu bahkan memiliki bagian bawah tubuh yang berwarna kekuningan, membuat penampilannya terlihat eksotis dan unik.
3. Memiliki Siklus Pertumbuhan yang Kompleks
Menurut penjelasan iNaturalist, salmon Atlantik memiliki siklus pertumbuhan yang cukup rumit. Prosesnya terbagi menjadi enam tahap, yaitu:
Telur → Diletakkan di dasar sungai air tawar.
Alevin / Sac Fry → Menetas menjadi larva kecil dengan panjang sekitar 1 cm.
Fry → Mulai berenang bebas dan mencari makanan sendiri.
Parr → Tumbuh hingga sekitar 5 cm dengan garis vertikal khas di tubuhnya.
Smolt → Bermigrasi menuju laut untuk beradaptasi dengan air asin.
Dewasa → Hidup di laut selama 1–2 tahun sebelum kembali ke air tawar untuk bereproduksi.
Siklus hidup ini menunjukkan betapa luar biasa kemampuan adaptasi salmon Atlantik dalam berpindah habitat dan bertahan di lingkungan yang berbeda.
4. Dapat Kawin Silang dengan Spesies Lain
Di alam liar, salmon Atlantik sering hidup berdampingan dengan Salmo trutta atau trout cokelat. Kondisi ini memungkinkan terjadinya perkawinan silang atau hibridisasi antara kedua spesies.