Selain itu, kolaborasi ini juga mencerminkan tren global edukasi konsumen melalui promosi digital dan hadiah menarik. Wuling memanfaatkan platform Traveloka yang memiliki jutaan pengguna aktif di Indonesia, sehingga pesan mengenai kendaraan listrik bisa menjangkau khalayak lebih luas. Konsumen tidak hanya melihat mobil sebagai barang mewah atau teknologi tinggi, tetapi sebagai solusi transportasi ramah lingkungan yang bisa diakses lebih mudah.
Namun, tantangan utama tetap ada. Infrastruktur pengisian kendaraan listrik di Indonesia masih terbatas, terutama di luar kota besar. Meskipun Jakarta, Surabaya, dan beberapa kota besar lain memiliki stasiun charging, distribusi masih belum merata. Hal ini menjadi tantangan bagi Wuling untuk memastikan pengalaman pengguna New BinguoEV tetap positif setelah hadiah diberikan.
Dr. Rini Prasetya, pakar transportasi dari Universitas Indonesia, menilai strategi ini tepat. “Konsumen seringkali ragu mencoba kendaraan listrik karena kurangnya edukasi dan pengalaman langsung. Dengan hadiah berupa mobil listrik, masyarakat bisa merasakan sendiri kemudahan, efisiensi, dan kenyamanan mobil listrik, sekaligus belajar soal pengisian baterai dan perawatan kendaraan ramah lingkungan.”
Selain aspek edukasi, program ini juga bisa menjadi alat promosi strategis bagi Wuling. Dengan mengaitkan New BinguoEV pada gebyar promo besar seperti Traveloka 2025, nama Wuling bisa semakin melekat di pikiran konsumen sebagai merek kendaraan listrik yang inovatif dan peduli lingkungan. Hal ini penting mengingat persaingan di segmen EV Indonesia semakin ketat, dengan hadirnya Tesla, Hyundai, dan mobil listrik lokal seperti Esemka EV dan DFSK.
Tidak hanya sekadar hadiah, Wuling juga menyiapkan program edukasi lanjutan bagi pemenang. Mereka akan mendapatkan pendampingan penggunaan New BinguoEV, termasuk cara pengisian baterai, perawatan rutin, dan tips berkendara efisien. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Wuling serius ingin kendaraan listrik menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, bukan sekadar tren sesaat.