Karena itu, sebelum berangkat, pengendara harus memetakan rute secara rinci dan mencari tahu posisi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau titik penukaran baterai di sepanjang perjalanan. Tanpa perencanaan ini, risiko kehabisan listrik di tengah jalan sangat tinggi dan dapat mengganggu kenyamanan perjalanan.Liputan6
Perhatikan Teknik Berkendara yang Efisien
Berkendara dengan motor listrik untuk perjalanan jauh membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan kendaraan konvensional berbahan bakar. Agen pakar sepeda listrik menyarankan agar pengendara menghindari menekan gas terlalu dalam secara terus-menerus. Akselerasi maksimal akan mempercepat konsumsi baterai dan menyebabkan sistem motor bekerja lebih keras, termasuk risiko overheat atau limp mode akibat panas berlebih.Liputan6
Sebagai gantinya, pengendara dianjurkan untuk mengatur kecepatan secara stabil dan hemat tenaga. Berkendara dengan tempo yang lebih santai tidak hanya menghemat baterai tetapi juga mengurangi risiko komponen motor bekerja secara ekstrem, sehingga perjalanan bisa terasa lebih nyaman dan aman.Liputan6
Siapkan Perlengkapan Cadangan
Salah satu kiat praktis yang sering terlupakan adalah membawa charger portable dan adaptor yang kompatibel. Ketika perjalanan jauh, tidak semua titik SPKLU berada di lokasi strategis atau dekat dengan jalur utama. Dengan charger portable, pengendara memiliki opsi cadangan untuk menambah daya baterai di tempat yang memungkinkan, seperti kafe, area istirahat, atau penginapan yang menyediakan sumber listrik.Liputan6
Memiliki adaptor yang sesuai juga penting terutama ketika sumber listrik yang tersedia bukan jenis standar yang biasa dipakai kendaraan listrik. Perlengkapan sederhana ini bisa jadi penyelamat ketika kamu perlu mengisi daya baterai namun tidak menemukan stasiun resmi dalam jangkauan.Liputan6
Hindari Tantangan Medan yang Berisiko
Motor listrik umumnya kurang cocok untuk medan ekstrem seperti jalur berlumpur atau genangan air tinggi. Terobos genangan tinggi tidak hanya membuatmu terjebak di jalanan, tetapi juga berpotensi merendam controller atau konektor baterai yang sensitif terhadap air. Akibatnya, motor bisa mengalami malfungsi atau bahkan kerusakan permanen akibat korsleting atau komponen elektronik yang tersapu air.Liputan6