Agung Setyabudi: "Indonesia Terlalu Percaya Diri Menyerang"
Menanggapi kekalahan telak ini, mantan kapten Timnas Indonesia, Agung Setyabudi, mengkritik pendekatan agresif yang diterapkan Patrick Kluivert. Ia menilai skuad Garuda terlalu fokus menyerang tanpa memperkuat lini pertahanan.
"Timnas Indonesia bermain terlalu terbuka dan terlalu percaya diri dalam menyerang. Akibatnya, lini belakang jadi rentan dan mudah ditembus serangan balik lawan," ujar Agung.
Ia juga menyoroti bagaimana dua gol pertama Australia tercipta hanya dalam selisih dua menit, yakni pada menit ke-18 dan ke-20. Gol pertama lahir dari titik penalti setelah pelanggaran di kotak terlarang, sedangkan gol kedua terjadi karena pertahanan Indonesia gagal mengantisipasi pergerakan cepat lawan.
Australia Bermain Efektif dan Taktis
Di sisi lain, Agung memuji efektivitas permainan Australia. Menurutnya, tim asuhan Graham Arnold tidak terburu-buru dalam membangun serangan, melainkan lebih banyak bertahan dan menunggu celah untuk melancarkan serangan balik cepat.
"Australia lebih banyak bermain disiplin, mereka tidak terlalu agresif menyerang sejak awal. Tapi ketika mendapat kesempatan, mereka sangat efektif dan mampu mencetak lima gol," ungkapnya.
Indonesia sebenarnya sempat memberikan perlawanan di awal laga. Bahkan Jay Idzes hampir mencetak gol pada menit ketiga, tetapi usahanya digagalkan oleh kiper Australia, Mathew Ryan. Sayangnya, setelah kegagalan penalti Kevin Diks, permainan Indonesia mulai goyah dan kehilangan momentum.