Layanan kesehatan tersebut disediakan secara gratis bagi para pemudik, dengan dukungan tenaga medis dari Dinas Kesehatan dan sejumlah puskesmas setempat. Pemeriksaan kesehatan ini meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula, serta kondisi kesehatan umum pemudik. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap sopir bus, termasuk tes urin, untuk memastikan mereka dalam kondisi yang prima sebelum mengemudikan kendaraan jarak jauh. "Kami ingin memastikan sopir dalam kondisi sehat dan tidak berada di bawah pengaruh zat berbahaya yang dapat membahayakan keselamatan penumpang," tambah Revi.
Keamanan juga menjadi perhatian utama dalam menghadapi lonjakan arus mudik. Terminal Kalideres akan membuka posko pengamanan terpadu mulai 21 Maret hingga 11 April 2025. Posko ini melibatkan berbagai instansi, termasuk Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Barat, serta Polsek Kalideres. Selain itu, TNI melalui Kodim Jakarta Barat dan Koramil Kalideres turut serta dalam pengamanan. Beberapa stakeholder lainnya, seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP, juga dilibatkan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.