Tampang

Mengenal Karakteristik Pelaku Child Grooming dan Siapa Saja yang Berisiko

2 Apr 2025 14:27 wib. 36
0 0
Mengenal Karakteristik Pelaku Child Grooming dan Siapa Saja yang Berisiko

Selain itu, pelaku tidak jarang memanfaatkan media sosial, aplikasi pesan, dan platform permainan untuk membangun hubungan dengan target mereka, termasuk menggunakan posisi sebagai pekerja sosial atau konselor untuk memanipulasi anak.Kasandra turut mengungkapkan bahwa anak-anak yang merasa kesepian, terasing, atau kurang percaya diri sering kali menjadi target ideal bagi pelaku. Anak-anak dengan masalah di rumah atau yang memiliki pengetahuan terbatas tentang dunia luar lebih mudah terpengaruh dan bisa menjadi sasaran empuk untuk grooming, terutama jika mereka aktif di media sosial dan platform online lainnya.Setelah mengetahui karakteristik anak yang menjadi incaran, pelaku dapat menjalankan taktik untuk membangun kepercayaan selama periode waktu tertentu, menciptakan ikatan emosional yang kokoh sebelum mulai mengarah ke tindakan yang lebih berbahaya. Pelaku sering kali memberikan pujian berlebihan dan perhatian yang membuat anak merasa istimewa, meningkatkan rasa percaya diri anak terhadap mereka.

Dengan cara ini, pelaku menciptakan lingkungan yang aman bagi korban, sehingga anak merasa nyaman untuk berbagi informasi pribadi yang seharusnya tetap terjaga.Proses manipulasi yang digunakan pelaku bisa sangat kompleks. Mereka mungkin menggunakan teknik seperti gaslighting, yang membuat anak merasa bingung dan meragukan diri sendiri, sehingga memperkuat kendali pelaku terhadap anak. Salah satu strategi lain yang digunakan adalah berusaha mengisolasi anak dari interaksi sosial dengan teman dan keluarga, sehingga anak akan bergantung pada pelaku untuk dukungan emosional.Proses child grooming dapat berlangsung dari beberapa minggu hingga beberapa tahun, tergantung pada kecerdikan strategi pelaku dalam membangun kepercayaan sebelum melakukan eksploitasi. Dengan waktu dan usaha, mereka dapat menciptakan hubungan yang kuat yang akan sulit dipatahkan oleh anak, sehingga memudahkan mereka untuk melanjutkan tindakan yang merugikan tersebut. Hal ini menjadikan penting bagi orang tua dan masyarakat untuk lebih memahami perilaku dan karakteristik pelaku, guna melindungi anak-anak dari risiko pelecehan seksual.

<12>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?