Menurut Amir Hamidy, peneliti reptil dari LIPI, banyaknya ular kobra di permukiman manusia terjadi karena wilayah tersebut dulunya merupakan habitat alami mereka. Dengan pembangunan yang semakin luas, kobra tetap bertahan karena mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.
Mengapa Ular Kobra Sering Masuk Rumah?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kobra masuk ke rumah atau permukiman:
1. Hilangnya Habitat Alami dan Predator
Deforestasi dan alih fungsi lahan membuat habitat kobra semakin sempit, sehingga mereka harus mencari tempat tinggal baru. Selain itu, hilangnya predator alami seperti elang dan biawak menyebabkan populasi kobra meningkat.
2. Ketersediaan Makanan di Permukiman
Tikus adalah makanan utama kobra, dan permukiman manusia sering menjadi tempat berkembang biaknya tikus. Dengan banyaknya makanan yang tersedia, kobra pun tertarik untuk tinggal di sekitar rumah warga.
3. Tempat Bertelur yang Nyaman
Musim penghujan adalah waktu di mana telur kobra menetas. Induk kobra biasanya bertelur di tempat yang lembap, seperti lubang tanah atau tumpukan daun kering, lalu pergi meninggalkannya.
-
Sekali bertelur, kobra bisa menghasilkan 13–20 butir telur.
-
Anakan ular akan menyebar ke berbagai tempat, termasuk ke dalam rumah.
-
Tumpukan barang, sampah, dan celah rumah bisa menjadi tempat berlindung yang ideal bagi bayi kobra.
4. Perubahan Iklim dan Pencarian Air
Di musim kemarau, kobra sering masuk rumah untuk mencari sumber air, terutama jika habitat alaminya mulai mengering.
Cara Mencegah Ular Kobra Masuk ke Rumah
Untuk mengurangi risiko ular kobra masuk ke rumah, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
1. Jaga Kebersihan Lingkungan
-
Jangan menumpuk barang bekas, kayu, atau sampah yang bisa menjadi tempat persembunyian ular.
-
Bersihkan halaman secara rutin untuk mengurangi tempat berlindung bagi kobra.