Perdebatan mengenai kenaikan harga BBM ini juga menarik perhatian berbagai tokoh publik dan selebriti. Beberapa di antaranya menggunakan platform media sosial mereka untuk menyuarakan pendapat dan memobilisasi dukungan atau penolakan terhadap kebijakan tersebut. Pengaruh mereka semakin memperbesar gelombang reaksi di media sosial, menciptakan efek bola salju yang memperkuat suara-suara pro dan kontra.
Selain itu, berbagai meme dan konten kreatif lainnya juga bermunculan sebagai respon terhadap isu ini. Netizen menggunakan kreativitas mereka untuk mengekspresikan pandangan mereka, baik dalam bentuk humor maupun kritik tajam. Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial telah menjadi alat yang kuat dalam menyampaikan pesan dan mempengaruhi opini publik.
Tak hanya masyarakat umum, beberapa politisi dan partai politik juga turut serta dalam perdebatan ini. Mereka memanfaatkan isu kenaikan harga BBM sebagai kesempatan untuk mengkritik atau mendukung pemerintah, tergantung pada posisi politik mereka. Hal ini menambah kompleksitas perdebatan dan memperluas jangkauan isu ini di media sosial.
Media massa juga tidak ketinggalan dalam meliput kontroversi ini. Berbagai media berita, baik nasional maupun internasional, memberitakan reaksi masyarakat dan dampak dari kebijakan kenaikan harga BBM. Media massa juga mengutip berbagai pendapat dari ahli ekonomi dan analis politik untuk memberikan perspektif yang lebih komprehensif mengenai isu ini.
Dampak dari kontroversi ini tidak hanya dirasakan di dunia maya, tetapi juga di dunia nyata. Beberapa kelompok masyarakat menggelar aksi protes di berbagai kota untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap kenaikan harga BBM. Aksi-aksi ini menambah tekanan bagi pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan tersebut dan mencari solusi yang lebih dapat diterima oleh semua pihak.