Tampang

Kesiapan Fisik dan Mental Orang Indonesia Menghadapi Perbedaan Suhu di Negara Lain

28 Agu 2025 14:35 wib. 55
0 0
Berlibur
Sumber foto: Canva

Saat menghadapi musim panas yang kering, memilih pakaian dari bahan alami seperti katun atau linen yang menyerap keringat dan longgar adalah pilihan bijak. Jangan lupa membawa tabir surya dengan SPF tinggi dan pelembap untuk melindungi kulit dari sengatan matahari dan kekeringan. Mengatur asupan cairan juga sangat penting untuk mencegah dehidrasi.

Selain pakaian, pola makan dan istirahat juga memegang peranan besar. Mengonsumsi makanan yang menghangatkan tubuh saat cuaca dingin, atau makanan yang menyegarkan saat cuaca panas, bisa membantu proses adaptasi. Cukup istirahat akan memberi kesempatan bagi tubuh untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan mengurangi risiko jatuh sakit.

Dampak Psikologis

Perbedaan suhu ekstrem tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga bisa memengaruhi kondisi mental. Perubahan lingkungan yang drastis, terutama paparan suhu dingin yang ekstrem, bisa menimbulkan rasa terisolasi atau ketidaknyamanan. Langit yang sering mendung dan matahari yang jarang terlihat di musim dingin bahkan bisa memicu kondisi yang dikenal sebagai Seasonal Affective Disorder (SAD) pada beberapa orang, meskipun ini lebih sering dialami oleh penduduk lokal.

Sebaliknya, bagi sebagian orang Indonesia, pengalaman menghadapi salju atau bermain di suhu beku adalah pengalaman yang sangat dinanti-nantikan dan memicu kegembiraan. Rasa takjub melihat pemandangan yang berbeda dari biasanya bisa menutupi ketidaknyamanan fisik.

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

4 Alasan kain voal untuk hijab
0 Suka, 0 Komentar, 5 Jul 2018

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?