Menurutnya, jika ODOL terus dibiarkan, jarak waktu perbaikan jalan yang idealnya 6 bulan hingga setahun sekali akan semakin pendek, yang akhirnya membebani APBN untuk perbaikan jalan nasional.
Kolaborasi Antar-Kementerian untuk Mengatasi ODOL
Untuk menyelesaikan masalah ini secara komprehensif, Dody menilai perlu adanya kerja sama antara Kementerian PU dengan Kementerian Ekonomi dan Kementerian Perindustrian guna mencari solusi terbaik terkait regulasi kendaraan ODOL.
"Kalau dibiarkan, jalan yang rusak bisa berisiko menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara motor yang mendominasi volume kendaraan di Indonesia," tutupnya.
Dengan berbagai langkah yang telah disiapkan, pemerintah berharap mudik Lebaran 2025 bisa berjalan lebih aman dan nyaman bagi seluruh pemudik yang melewati jalur Pantura.