Strategi Ekspansi dan Media
Di bawah kepemimpinan al-Baghdadi, ISIS menggunakan media sosial dan propaganda secara efektif untuk menyebarluaskan pesan mereka dan menarik dukungan internasional. Kelompok ini mengeluarkan video dan publikasi yang menampilkan kekejaman mereka, termasuk eksekusi publik dan kekejaman lainnya, untuk menarik perhatian global dan mengintimidasi lawan. Penggunaan media sosial juga memungkinkan mereka untuk merekrut anggota baru dari seluruh dunia, memperluas jangkauan dan pengaruh mereka.
Konflik dan Kontroversi
Kebangkitan ISIS di bawah al-Baghdadi menimbulkan dampak besar bagi kawasan Timur Tengah dan dunia internasional. Operasi militer ISIS, termasuk serangan di Irak dan Suriah, menyebabkan krisis kemanusiaan besar-besaran, dengan banyak korban jiwa dan pengungsian massal. ISIS juga terlibat dalam berbagai serangan teroris global, termasuk serangan di Eropa dan Asia, yang menunjukkan kemampuan mereka untuk memproyeksikan kekuatan di luar wilayah yang mereka kuasai.
Di sisi lain, tindakan brutal ISIS menyebabkan banyak negara, termasuk negara-negara Barat dan regional, bersatu dalam upaya untuk melawan dan menghancurkan kekuatan ISIS. Operasi militer internasional yang dipimpin oleh koalisi global berhasil melemahkan kekuatan ISIS dan akhirnya mengalahkan mereka di banyak wilayah yang sebelumnya mereka kuasai.
Kematian dan Warisan
Abu Bakr al-Baghdadi tewas pada 26 Oktober 2019 dalam operasi militer oleh pasukan khusus Amerika Serikat di barat laut Suriah. Kematian al-Baghdadi menandai akhir dari era kepemimpinan yang sangat kontroversial dan berdarah. Meskipun kematiannya merupakan pukulan besar bagi ISIS, warisan kepemimpinannya tetap mempengaruhi dinamika terorisme global.