Budidaya strawberry telah menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi di Gaza, khususnya di Beit Lahia di utara Gaza. Mayoritas penduduk di kota ini menggantungkan penghidupan mereka pada pertanian, dan budidaya strawberry telah memberikan penghasilan yang stabil bagi mereka selama bertahun-tahun. Namun, serangan militer Israel telah menyebabkan kerugian besar bagi petani dan penduduk di daerah tersebut.
Para petani seperti Yousef Abu Rabee menghadapi kehancuran yang menghancurkan buah kerja keras mereka selama bertahun-tahun. Tanaman, lahan, dan rumah kaca yang mereka bangun dengan susah payah, lenyap dalam sekejap akibat serangan militer Israel. Dampaknya bukan hanya pada kesulitan ekonomi, tetapi juga dampak emosional yang sangat berat bagi para petani dan keluarga mereka.
Kehancuran lahan pertanian ini tidak hanya merugikan para petani secara langsung, tetapi juga akan memiliki dampak jangka panjang terhadap ekonomi Palestina di wilayah tersebut. Budidaya strawberry merupakan salah satu sumber penghasilan utama dalam perekonomian Gaza, dan kerusakan yang disebabkan oleh serangan militer Israel akan menghambat pemulihan ekonomi di masa mendatang.
Selain itu, kerusakan lingkungan akibat pengeboman juga akan berdampak pada kesehatan masyarakat di sekitar lahan pertanian yang rusak. Debu dan puing-puing akibat serangan militer dapat menyebabkan masalah pernapasan dan kesehatan bagi penduduk lokal, yang dapat menimbulkan beban tambahan bagi sistem kesehatan yang sudah rapuh di Gaza.