Tampang.com | Kehidupan masyarakat Jepang sangat dipenuhi dengan etiket dan praktik budaya yang kental. Setiap aspek dari aktivitas sehari-hari, mulai dari makan hingga menggunakan transportasi umum, serta berbelanja, memiliki kebiasaan unik yang dipegang teguh oleh semua orang. Oleh karena itu, para pelancong yang hendak menjelajahi Jepang perlu memahami dan menghormati norma-norma ini.
Meskipun saat ini banyak orang di seluruh dunia lebih memilih untuk berbelanja secara online, di Jepang, toko fisik tetap menjadi tempat yang populer bagi wisatawan. Tentu saja, untuk melengkapi pengalaman berbelanja mereka, mengetahui etika yang berlaku sangat penting.
Beberapa kebiasaan mungkin sudah dikenal luas, seperti larangan memberi tip. Namun, ada sejumlah hal lain yang bisa mengejutkan pengunjung asing. Pertama-tama, sebagian besar toko, termasuk department store, mulai beroperasi pada pukul 10 pagi. Namun, bagi para penggemar kafe dan kedai kopi, banyak yang buka dari pukul 7 pagi dan tutup di sekitar pukul 10 pagi, sedangkan restoran biasanya memulai layanan makan siang dari pukul 11 atau 11:30.
Berikut adalah tujuh etiket yang harus diingat saat berbelanja di toko-toko Jepang:
1. Mengantre
Di Jepang, mengantre menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya. Hal ini sangat terasa saat periode penjualan khusus, seperti diskon musim dingin atau peluncuran produk baru. Melihat antrean panjang menjadi pemandangan yang biasa saat ada acaran khusus di toko.