Tampang

Di Balik Gemerlap Korea Selatan: Ketimpangan Hidup, Bunuh Diri, dan Krisis Kebahagiaan

2 Mar 2025 08:06 wib. 95
0 0
Di Balik Gemerlap Korea Selatan: Ketimpangan Hidup, Bunuh Diri, dan Krisis Kebahagiaan
Sumber foto: iStock

Selain itu, waktu luang warga Korea Selatan juga semakin menyusut, dengan rata-rata waktu santai yang kini hanya 4,1 jam per hari, meskipun jumlah hari perjalanan tahunan per orang sedikit meningkat menjadi 8,95 hari. Ini menandakan bahwa meskipun ada sedikit pemulihan pascapandemi, warga masih merasakan tekanan yang sangat besar dalam rutinitas harian.

Di tengah berbagai permasalahan yang terjadi, ada beberapa kabar baik yang perlu dicatat. Tingkat ketenagakerjaan di Korea Selatan berhasil mencapai angka 62,7% pada tahun 2024, sedikit meningkat dibandingkan dengan 62,6% di tahun sebelumnya. Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh peningkatan partisipasi perempuan di tempat kerja. Namun, hal ini kontras dengan angka ketenagakerjaan pria yang menurun 0,4% menjadi 70,9%, sedangkan perempuan malah mengalami kenaikan 0,6% menjadi 54,7%.

Pendapatan Domestik Bruto (PDB) per kapita Korea Selatan juga menunjukkan tren positif, dengan data terbaru mencatat angka tertinggi, yaitu 42,35 juta won (sekitar Rp465 juta) pada tahun 2023. Ini meningkat 2,1%, dan meskipun aset bersih rumah tangga mencapai 393,19 juta won (sekitar Rp4,3 miliar), angka ini masih jauh di bawah puncaknya yang tercatat pada tahun 2022.

Seiring dengan kompleksitas masalah yang melanda masyarakat Korea Selatan, faktor-faktor seperti tekanan ekonomi, biaya hidup yang tinggi, jam kerja yang panjang, serta ekspektasi sosial yang cukup beban, menjadi pemicu utama ketidakpuasan hidup.

Di satu sisi, Korea Selatan dikenal sebagai negara dengan perekonomian maju, tetapi di sisi lain, banyak warganya yang tidak merasakan kebahagiaan yang diharapkan. Fenomena ini menandakan perlu adanya perhatian lebih dalam menyelesaikan isu-isu yang dihadapi oleh masyarakat agar kualitas hidup dapat kembali ditingkatkan.

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?