Hewan nasional juga berfungsi sebagai alat promosi yang efektif. Citra hewan nasional seringkali digunakan dalam kampanye pariwisata, diplomasi publik, dan berbagai materi promosi. Hewan yang unik dan mudah dikenali bisa langsung dikaitkan dengan negaranya. Misalnya, Kanguru dan Koala adalah ikon tak terpisahkan dari Australia, membantu mempromosikan pariwisata dan citra negara tersebut ke seluruh dunia.
Dalam diplomasi, pertukaran hewan antar negara, seperti Tiongkok yang meminjamkan panda ke berbagai kebun binatang, menjadi alat diplomasi lunak yang efektif. Ini menciptakan hubungan baik dan menunjukkan niat baik antar negara. Dengan demikian, hewan nasional tidak hanya relevan di dalam negeri, tapi juga menjadi wajah bangsa di panggung internasional.
Refleksi Jati Diri dan Nilai Bangsa
Penetapan hewan nasional adalah cerminan dari jati diri dan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh sebuah bangsa. Ini adalah cara sebuah negara menyampaikan pesan tentang siapa mereka, dari mana mereka berasal, dan apa yang mereka hargai. Hewan nasional bisa mewakili ketenangan seperti Harimau Siberia di Korea Selatan, atau kegagahan seperti Singa di Singapura, atau keunikan endemik seperti Komodo di Indonesia.