Contoh paling jelas adalah Panda Raksasa di Tiongkok. Hewan lucu ini menjadi duta diplomasi dan simbol perjuangan Tiongkok dalam upaya konservasi. Statusnya sebagai hewan nasional membantu menggalang dukungan global untuk perlindungannya. Sama halnya dengan Harimau Bengal di India atau Elang Filipina; penetapan mereka sebagai hewan nasional secara tidak langsung meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya melindungi habitat mereka yang semakin terancam. Ini adalah strategi cerdas untuk menggabungkan identitas nasional dengan agenda perlindungan lingkungan yang vital.
Penghormatan terhadap Warisan Budaya dan Sejarah
Hewan-hewan nasional juga seringkali memiliki kaitan erat dengan sejarah dan mitologi suatu bangsa. Di Tiongkok, naga adalah simbol kuno yang melambangkan kekuatan, keberuntungan, dan kekuasaan kaisar, meskipun bukan hewan nyata. Di Amerika Serikat, Elang Botak dipilih sebagai simbol nasional karena mewakili kebebasan dan kekuatan, nilai-nilai inti dari pendirian negara tersebut.
Di Indonesia, Garuda, burung mitologis yang menjadi tunggangan Dewa Wisnu, adalah lambang negara yang melambangkan kekuatan spiritual dan kebanggaan nasional. Simbol ini menunjukkan bagaimana sejarah, legenda, dan kepercayaan kuno bisa dihidupkan kembali dalam bentuk identitas modern. Hewan nasional menjadi cara untuk menghubungkan masyarakat dengan akar budaya mereka, mengingatkan mereka pada narasi kolektif yang telah membentuk identitas bangsa.
Media Komunikasi dan Promosi Internasional