Sehubungan dengan kondisi korban, Subariman menyatakan bahwa anak-anak tersebut sudah mulai pulih. Namun, hanya ada beberapa anak yang masih merasa murung ketika diperbincangkan mengenai dugaan pelecehan yang mereka alami. "Dari informasi yang saya terima tentang 10 anak yang menjadi korban, mungkin ada di antaranya yang merasa terganggu secara signifikan," ungkapnya.
Kasus ini semakin mengejutkan karena selama beberapa bulan terakhir, S telah membuka kelas mengaji yang diikuti oleh puluhan anak di bawah usia 12 tahun. Menyikapi pertanyaan mengapa kasus ini tidak dilaporkan ke pihak kepolisian, Subariman menjelaskan bahwa para orang tua korban khawatir dengan dampak psikologis anak-anak mereka jika dihadapkan pada proses hukum. "Mereka tidak melaporkan kasus ini ke polisi karena khawatir akan dampaknya terhadap psikologis anak-anak," katanya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto mengungkapkan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menerima informasi resmi terkait adanya kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oleh seorang guru ngaji di wilayah Kapanewon Saptosari. "Belum ada laporan resmi terkait hal tersebut yang kami terima," ujar Iptu Suryanto pada Senin (22/7/2024).